Universitas Widya Dharma Pontianak Merangkai Sejarah Tonggak Penting (2)

0
164 views
Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan Gubernur Provinsi Kalbar Sutarmidji melakukan seremoni gunting pita jelas peresmian Gedung Fransiskus Assisi Universitas Widya Dharma Pontianak. (Ist)

SEJALAN dengan bergulirnya waktu, maka kemudian berdirilah dua akademi pertama. Yakni:

  • Akademi Sekretari.
  • Akademi Manajemen dengan jurusan Ilmu Administrasi.

Inilah tonggak pertama sejarah Perguruan Tinggi Widya Dharma.

Menyerahkan kepada Ordo Fransiskan Kapusin Pontianak

Tonggak penting kedua terkait dengan momentum penyerahan Yayasan Widya Dharma kepada Ordo Fransiskan Kapusin Regio Kalimantan Barat.

Pada tahun 1987 dan setelah melewati rapat pleno Dewan Pengurus, maka atas nama Yayasan Widya Dharma:

  • Petrus Djuman selaku Ketua;
  • Polycarpus Widjaja Tandra selaku Sekretaris.

Keduanya menyampaikan pernyataan bahwa berdasarkan mandat rapat yayasan telah diputuskan:  

  • Menyerahkan hak pengelolaan dan pemilikan semua aset Yayasan Widya Dharma kepada Ordo Kapusin Regio Kalimantan Barat.

Pernyataan itu disampaikan dalam surat resmi Dewan Pengurus Yayasan Widya Dharma Pontianak tertanggal 7 Desember 1987

Dengan penyerahan itu, maka segala hak, kekayaan, dan hutang piutang (aktiva dan pasiva) Yayasan Widya Dharma Pontianak terhitung sejak tanggal 27 Desember 1987 beralih dari pengurus lama kepada Ordo Kapusin Regio Kalimantan Barat.

Tanggal  2 Februari 1986

Ordo Fransiskan Kapusin (OFMCap) Regio Kalimantan Barat tepat pada tanggal 2 Februari 1986 melakukan perombakan susunan pengurus baru dengan jajaran sebagai berikut:

  • Pastor Secundus van Donzel OFMCap sebagai Ketua.
  • Polycarpus Widjaja Tandra sebagai Wakil Ketua.
  • Sr. Jean Marie SFIC sebagai Sekretaris.
  • Pastor Petrus Rostandy OFMCap sebagai Bendahara.

Berhubung Pastor Secundus OFMCap sebagai Ketua Yayasan kala itu kemudian dimutasi menjadi pembina di Seminari Tinggi di Sumatera Utara akhir tahun 1988, maka Polycarpus Widjaja Tandra dipilih menjadi Ketua Yayasan.

Widjaja Tandra adalah sosok tokoh awam Katolik di Pontianak. Ia termasuk salah satu pendiri Yayasan Widya Dharma yang hingga kini masih dipertahankan oleh Dewan Pembina dengan tetap menjabat Ketua Yayasan sampai sekarang.

Para anggota Yayasan Widya Dharma mendampingi Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan Gubernur Provinsi Kalbar Sutarmidji jelang seremoni peresmian Gedung Fransiskus Assisi Universitas Widya Dharma Pontianak atau UWDP. (Samuel Bpj)

Tonggak ketiga

Sejarah tonggak ketiga adalah perkembangan pesat yang berhasil ditunjukkan dengan terjadinya proyek pembangunan gedung-gedung milik Yayasan.

Kemudian, juga berhasil mendirikan:

  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi.
  • Sekolah Tinggi Ilmu Komputer.
  • Akademi Bahasa Asing.

Tahapan itu terjadi sekitar tahun 2.000 dan tahun-tahun berikutnya.

Setelah kurang lebih 15 tahun berdiri, Perguruan Tinggi Widya Dharma akhirnya mampu berkembang dan kemudian melebarkan sayapnya. Dengan menyediakan fasilitas modern perkuliahan. Juga berbagai prodi baru pun berhasil didirikan.

Selain pembangunan gedung dan fasilitas lainnya, yayasan juga tidak membangun dan mengembangkan kapasitas sumber daya para pengampunya.

Kualitas dan kompetensi dosen terus ditingkatkan melalui pemberian beasiswa untuk studi lanjut ke jenjang S2 dan S3. (Berlanjut)

Baca juga:

https://www.sesawi.net/unika-widya-dharma-pontianak-uwdp-bersolek-makin-cantik-berkat-gubernur-kalbar-resmikan-gedung-fransiskus-assisi-1/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here