Uskup Berkati Rumah Retret Johanes Paulus II Anjongan: Tempat Bertumbuh dalam Iman

0
196 views
Uskup Berkati Rumah Retret Johanes Paulus II Anjongan: Tempat Bertumbuh dalam Iman. (Ist)

SEPI, sejuk, dan tenang. Sekilas gambaran mengenai suasana di rumah retret baru milik Keuskupan Agung Pontianak yang terletak di Anjongan, Paroki Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

Untuk mengunjungi tempat ini membutuh waktu sekitar dua jam dari kota Pontianak dengan jarak 72 km melalui rute perjalanan darat.

Pemberkatan Rumah Retret

Rumah retret yang dibangun di kawasan Gua Maria Anjongan ini diberkati oleh Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus pada hari Jumat, 23 Oktober 2020.

Dengan nama Rumah Retret Johanes Paulus II.

Prosesi pemberkatan ini diawali dengan misa syukur yang diadakan secara internal. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang masih mewabah sehingga semua yang hadir menaati protokol kesehatan dengan pembatasan jarak dan penggunaan masker.

Hadir dalam misa syukur, 22 orang yang terdiri dari 18 pastor dan 4 orang suster.

Tiga suster d iantaranya merupakan Suster-suster Dominikan dari Asti, Itali, yang mengelola rumah retret tersebut.

Bertindak sebagai pemimpin misa: Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus. 

Para Suster Dominikan (OP) yang mengelola Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan. (Ist)

Bersyukur

Mengawali perayaan misa syukur, Mgr Agustinus Agus mengajak para imam dan suster untuk bersyukur kepada Tuhan dan kebaikan orang-orang yang mengambil bagian dalam pembangunan rumah retret tersebut sehingga dapat berdiri kokoh dan siap untuk digunakan.

“Seperti yang telah saya katakan, banyak sekali orang yang mengambil bagian dalam pembangunan rumah retret ini. Selain bersyukur kepada Tuhan, kita juga bersyukur karena banyak orang yang baik yang peduli pada kegiatan kita ini. Mereka sungguh membantu kita dengan niat yang tulus,” ujarnya. 

Mgr. Agustinus Agus.

Dalam homilinya, Mgr Agustinus Agus mengajak para imam dan suster untuk merenungkan setiap program dan tugas yang akan dikerjakan.

Setiap akan melaksakan suatu program, maka hendaknya menyadari kembali isi program tersebut, apakah membuahkan kebaikan atau malah membuahkan perpecahan.

“Tetapi kalau kita mengerjakan tugas, begitu juga dengan setiap program yang ada, saya sadari apakah program ini membuahkan kebaikan atau membuahkan perpecahan,” ungkap uskup yang piawai dalam berpantun ini.

Setelah misa syukur, prosesi pemberkatan Rumah Retret Johanes Paulus II ini dilanjutkan dengan pemberkatan air suci oleh Mgr Agustinus Agus. Selanjutnya seluruh ruangan rumah retret, mulai dari aula sampai penginapan diperciki air kudus oleh uskup dan para imam yang hadir dalam misa.

 Fasilitas sampai penginapan

Berikut kami sampaikan informasi dari Romo Andreas Kurniawan OP selaku ekonom keuskupan tentang fasilitas-fasilitas yang tersedia di Rumah Retret Johanes Paulus II.

• 1 rumah suster dengan 7 kamar.

• 1 rumah makan dengan daya tampung.

• 3 kamar khusus untuk karyawan perempuan.

• 1 unit rumah dengan dua kamar, untuk karyawan laki-laki.

• 1 aula dengan daya tampung 400 orang dan ruang untuk kapel.

• 1 unit penginapan dengan 28 kamar.

• 1 unit penginapan dengan model Rumah Betang (ukuran 10 x 30 m) dengan 6 kamar.

• 1 unit penginapan dengan model Rumah Tionghoa dengan 4 kamar.

• 1 rumah doa dengan model “lumbung” suku Dayak.

Seluruhnya ada 38 kamar penginapan. Setiap kamar dilengkapi dengan toilet dan kamar mandi yang bisa menampung 3 orang.

Tetap jalani protokol kesehatan. (Ist)

Kedamaian dan bertumbuh dalam iman

Rumah Retret Johanes Paulus II ini dibangun dalam kawasan Gua Maria Anjongan, tempat ziarah tertua di Kalimantan Barat yang mulai dikunjungi tahun 1973.

Letaknya yang tidak jauh dari Gua Maria, sekitar 150 meter, memungkinkan untuk dikunjungi bagi para peziarah, umat, dan peserta retret dari berbagai lembaga pendidikan, kongregasi, dan lain-lain.

Salah satu pengelola rumah retret, Suster Lus OP menyatakan bahwa mereka menerima semua orang yang datang, tidak hanya peserta retret saja.

Tempat tersebut dapat menjadi tempat beristirahat bagi para peziarah atau orang-orang yang ingin datang berkunjung.

Suster yang berasal dari Peru, Amerika Latin ini juga menegaskan bahwa mereka mengikuti pernyataan Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus yaitu rumah retret tersebut terbuka bagi semua orang.

Karena itu, Suster Lus OP berharap rumah retret ini menjadi salah satu tempat yang dapat membantu semua orang untuk bertumbuh dalam iman serta merasakan kedamaian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here