Via Crucis Sukamoro, Tempat Ziarah Baru di Pinggiran Kota Palembang

0
5,957 views
Via Crucis Sukamoro di pinggiran Kota Palembang. (Romo Titus Jatra Kelana Pr)

SALAH satu situs ziarah kristiani di Tanah Suci yang ramai dikunjungi oleh para peziarah yang datang dari berbagai belahan dunia adalah Via Dolorosa.

Nama ini tentu tidak asing bagi umat kristiani, lebih-lebih bagi mereka yang pernah mengikuti perjalanan ziarah ke Yerusalem.

Via Dolorosa merupakan nama sebuah jalan di Kota Tua Yerusalem, nama ini berasal dari bahasa Latin yang berarti jalan kesengsaraan atau jalan penderitaan.

Menurut tradisi sejarah, jalan ini adalah jalan yang dilalui Yesus saat memanggul salib-Nya menuju ke puncak Kalvari.

Yisca Harani, seorang pakar Kekristenan dan ziarah di Tanah Suci sebagaimana ditulis oleh Liberty Jemadu dalam Suara.com, mengatakan bahwa rute yang disebut Via Dolorosa  itu sudah berubah berkali-kali. Tergantung pada pihak yang menguasai Yerusalem.

Bagi orang kristiani, Via Dolorosa memiliki makna mendalam.

Jalan yang diapit bangunan berdinding batu kapur inimenjadi saksi bisu perjalanan salib Yesus yang merupakan wujud nyata kasih Allah kepada manusia.

Menapaki Via Dolorosa berarti melakukan perjalanan doa melalui jalan-jalan yang diyakini dilalui Yesus dari saat Ia diadili dan dihukum mati oleh Pontius Pilatus, memanggul salib-Nya, disalib, wafat dan dimakamkan.

Yesus telah memilih dan menunjukkan jalan ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa sampai wafat di kayu salib agar manusia yang berdosa memperoleh keselamatan.

Saat ini, jika kita berkunjung ke tempat ini, kita akan menemukan 14 perhentian Jalan Salib mulai dari tempat Yesus menerima hukuman mati sampai ke Gereja Makam Kudus.

Devosi Jalan Salib: Merenungkan cinta Yesus

Salah satu cara untuk merenungkan perjalanan sengsara dan wafat Yesus yang kita kenal saat ini adalah dengan mengadakan Devosi Jalan Salib.

Devosi yang terdiri atas 14 titik perhentian ini mulai dikenal sejak abad ke-4 pada masa Kaisar Konstantinus.

Ini menjadi salah satu tradisi rohani yang terus berkembang dan terpelihara hingga saat ini.

Pada masa itu ada banyak peziarah datang ke Yerusalem untuk secara khusus berdoa dan merenungkan sengsara Yesus di jalan yang saat ini kita kenal dengan sebutan Via Dolorosa.

Bahkan ada tradisi yang menyebutkan bahwa setelah Yesus wafat di salib, Bunda Maria juga mengunjungi jalan yang dilalui oleh Puteranya itu setiap hari.

Ia akan memulai perjalanannya dari tempat Yesus menerima hukuman mati sampai ke Kalvari.

Via Crucis tampil menawan saat ini. (Romo Titus Jatra Kelana Pr)

Devosi Jalan Salib

Tradisi Devosi Jalan Salib dan ziarah ke tempat-tempat suci  kristiani semakin berkembang sejak sejumlah tempat suci di Yerusalem itu dipercayakan untuk dikelola oleh Ordo Fransiskan mulai tahun 1342.

Sejak itu, Devosi Jalan Salib pun semakin berkembang sehingga kita bisa mengenal beberapa versi Jalan Salib, seperti yang diperkenalkan oleh:

  • Alvarest yang Terberkati (1420);
  • Eustochia dan Emmerich (1465);
  • Hingga yang paling kita kenal saat ini, yaitu St. Leonardus dari Porto Mauritio (1676-1751).

Dalam sejarah Gereja, tercatat ada beberapa Paus yang memiliki perhatian khusus terhadap Devosi Jalan Salib.

Mereka adalah:

  • Paus Innocentius XI (1686).
  • Paus Innocentius XII (1694)
  • Paus Benediktus XIII (1726)
  • Paus Klemens XII (1731).
  • Paus Benediktus XIV (1742).

Mereka menganjurkan agar devosi ini dijalankan dengan setia karena menjadi cara yang paling mudah bagi kita untuk menghayati kisah sengsara dan pengurbanan Yesus sampai wafat-Nya di kayu salib.

Via Crucis Sukamoro, tempat ziarah baru

Salah satu alternatif tempat yang dapat dicatat dalam agenda perjalanan ziarah rohani adalah Via Crucis Sukamoro di Desa Sukamoro, Kec. Talang Kelapa, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan.

Tempat ziarah ini berada dekat Gua Maria Mater Misericordiae (Bunda Belas Kasih).

Kedua tempat ziarah ini berada di kompleks Panti Werdha (Rumah Lansia) Sumarah yang dikelola oleh Yayasan Sosial Pansos Bodronoyo (YSPB) dalam naungan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Palembang.

Lokasi ziarah ini berada sekitar 20 km dari pusat Kota Palembang, Ibukota Provinsi Sumatera Selatan.

Via Crucis berasal dari bahasa Latin yang berarti Jalan Salib.

Untuk mencapai tempat ziarah yang secara teritorial gerejawi berada di wilayah pelayanan Paroki St. Stefanus Palembang ini para peziarah bisa dengan mudah mencapai lokasi, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Akses menuju lokasi

Akses jalan yang dilalui relatif bagus.

Dari Jalan Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi ada sejumlah pilihan rute yang dapat ditempuh untuk sampai lokasi ziarah ini.

Para peziarah dari arah Lampung, Belitang, Kayu Agung, Baturaja, Prabumulih dan sekitarnya setelah exit tol Palembang atau Kramasan dapat melewati rute Musi II kemudian melewati Jalur Gandus.

Sedangkan para peziarah dari arah Jambi, Betung, Pangkalan Balai dan sekitarnya dapat melalui Jalur Semuntul, ada rambu penunjuk arah yang menjadi penanda bagi para pelintas.

Para peziarah yang datang melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II dalam kondisi ‘normal’ hanya membutukan waktu perjalanan sekitar 30 menit.

Ketika memasuki gerbang kompleks ziarah ini, suasana sunyi dan tenang begitu terasa.

Pelataran parkir yang luas dengan pepohonan rindang berdaun hijau yang tinggi menjulang menghasilkan udara yang segar dan suasana alam yang sejuk.

Proses pembangunan Via Crucis dan bentuk akhirnya. (Romo Titus Jatra Kelana Pr)

Dua rute

Ada dua pilihan rute, langsung menuju Gua Maria Mater Misericordiae atau menuju Via Crucis.

Kita menuju Via Crucis. Setelah berjalan tak jauh pelataran parkir, kita akan berjumpa dengan sosok Yesus yang sedang berdoa.

Hal ini mengingatkan kita pada peristiwa yang terjadi setelah Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya, yaitu berdoa di Taman Getsemani.

Dari tempat itu peziarah akan memasuki gerbang batu yang tampak berdiri kokoh dengan puluhan anak tangga bernuansa bangunan Romawi.

Ada dua malaikat yang berdiri di bagian atas kiri dan kanan gerbang utama mengapit tulisan Via Crucis Sukamoro berwarna merah.

Setelah memasuki gerbang utama peziarah akan memulai menapaki perhentian demi perhentian Jalan Salib yang telah didesain dan dikerjakan dengan baik oleh Gregorius Sutanto bersama tim Blendang-blendung Art Studio dari Yogyakarta.

Romo Ignasius Sukari dari Komisi PSE Keuskupan Agung Palembang menuturkan bahwa tempat ziarah yang mulai dibangun sejak April 2021 ini merupakan pengembangan lanjutan dari Gua Maria Mater Misericordiae yang telah dibangun lebih dulu.

Tampilan lokasi Pemberhentian Jalan Salin. (Romo Titus Jatra Kelana Pr)

Latar belakang sejarah

Gagasan pengembangan tempat ziarah Via Crucis ini lahir dari sejumlah pribadi.

Di antaranya Alexander Kurniawan, Subandi dan Zein Rusli yang dikoordinir oleh Romo Bonifasius Djuana selaku Ketua Komisi PSE Keuskupan Agung Palembang.

Lantai berbalut keramik hitam menjadi koridor utama dalam manapaki setiap perhentian. Jalan ini telah didesain sedemikian rupa sehingga tetap ramah bagi siapa saja, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

Dinding batu pada setiap perhentian yang didesain menyerupai bangunan bergaya Romawi, membantu para peziarah untuk masuk dalam suasana permenungan saat Yesus mengalami peristiwa salib-Nya.

Dalam keheningan para peziarah dapat menghadirkan kembali kisah Yesus menapaki Via Crucis.

Di setiap bangunan perhentian juga ada penanda bahwa tempat ziarah ini dibangun melalui karya Tuhan yang hadir lewat dukungan dari banyak penderma.

Setelah melalui proses perencanaan dan pengerjaan yang melibatkan banyak pihak, akhirnya tempat ziarah Via Crucis Sukamoro ini selesai.

Diberkati dalam rangkaian Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Palembang yang juga merayakan syukur  atas ulang tahun kelahiran ke-76.

Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Uskup Agung Keuskupan Agung Palembang juga akan hadir dalam perayaan syukur ini.

Tampilan depan Via Crucis saat ini dan saat masih dilakukan pembangunan. (Romo Titus Jatra Kelana Pr)

Silakan datang

Jangan lewatkan kesempatan, jangan ragu dan bimbang untuk membuat agenda ke Via Crucis Sukamoro ini.

Selain berdoa dan berziarah di Via Crucis para peziarah juga dapat berdoa dan berziarah ke Gua Maria Mater Misericordiae.

Dan setelahnya dapat juga berbagi kasih dengan para lansia di Panti Werdha Sumarah dan saudara-saudara yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba di Lembaga NAPZA Griya Anak Sayang (GAS) Nazareth.

Untuk peziarah yang datang dari luar kota dan butuh penginapan, tak usah cemas dan khawatir.

Wismalat Podomoro yang juga bagian karya PSE Keuskupan Agung Palembang memiliki puluhan kamar dengan sumber air tanah yang segar, kompleks yang hijau dan sejuk dengan beragam pepohonan rindang serta suasana pedesaan yang tenang bisa menjadi salah satu pilihan tempat yang tepat untuk menginap.

Ayo, jangan lewatkan kesempatan berziarah dan berdoa sambil berbagi kasih di pinggiran Kota Palembang.

Pemberkatan hari Minggu tanggal 12 Desember 2021 dan syukur atas ulang tahun kelahiran Mgr. Aloysius Sudarso SCJ akan disiarkan langsung Minggu, 12 Desember 2021 pukul 16.00 WIB.

Silahkan ikuti dari kanal YouTube Komsos KaPal atau klik link di bawah ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here