Warisan Abadi Sang Penulis

0
219 views
Penginjil Lukas. (Ist)

Puncta 18.10.21
PW. St. Lukas, Penulis Injil
Lukas 10:1-9

HARI ini, kita memperingati Santo Lukas penulis Injil. Lukas adalah seorang tabib berdarah Yunani. Ia lahir di Antiokhia, Syria.

Ia adalah murid Paulus yang setia. Ketika Paulus menghadapi pengadilan dan akhir hidupnya di Roma, ia menulis surat kepada Timotius bahwa hanya Lukas yang tinggal dengannya.

Lukas adalah sahabat yang setia dalam penderitaan.

Lukas menulis Injil dan Kisah Para Rasul. Kendati dia bukan saksi utama, namun Lukas mengumpulkan kisah-kisah hidup dan karya Yesus dari orang-orang terdekat, saksi mata.

Hanya Lukas yang bisa menuliskan kisah detil kelahiran Yesus. Bisa jadi dia menemui sumber utama yakni Bunda Maria. Dari cerita Bunda Maria ini, Lukas menuliskan secara runtut dari awal Malaikat Gabriel mengunjungi Maria sampai Keluarga Kudus ini mengungsi ke Mesir.

Lukas juga menuliskan bagaimana Gereja Perdana mulai hidup dan berkembang. Tulisan kedua, Kisah Para Rasul menggambarkan para murid mewartakan Injil ke seluruh penjuru wilayah Kekaisaran Romawi.

Ia berkisah mulai Yesus terangkat ke surga dan mengutus para murid-Nya untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia.

Akhirnya Lukas melibatkan diri dalam perjalanan Paulus mewartakan Injil sampai di Roma. Lukas menemani Paulus menjelang kemartirannya di pusat Kekaisaran Romawi itu.

Ia menemani Paulus menghadapi hukuman mati oleh kaisar. Lukas adalah sahabat yang hadir saat dibutuhkan.

Dua tulisannya ditujukan kepada Teofilus yang mulia. Bisa jadi nama ini adalah seorang tokoh. Namun tradisi menyatakan bahwa Teofilus adalah umat Kristen perdana.

Nama itu berasal dari dua kata: Theos dan Fillius.

Theos berarti Tuhan. Fillius artinya anak. Tulisan Lukas diperuntukan bagi anak-anak Tuhan yakni jemaat perdana yang baru bertumbuh dan berkembang.

Yesus berkata pada tujuh puluh murid, “Tuaian memang banyak tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Lukas adalah pekerja yang dikirim bahkan untuk kita saat ini, berkat tulisannya kita bisa mengenal dan mengimani Yesus Sang Juruselamat.

Tulisan Lukas melintasi zaman dan generasi, membuat banyak orang menjadi percaya, membawa orang sampai pada keselamatan.

Apakah anda sadar bahwa Tuhan, pada saat ini, juga masih membutuhkan pekerja-pekerja untuk tuaian-Nya?

Lukas telah memberi contoh dengan membuat tulisan yang tak lekang oleh zaman. Mengapa anda tidak menuliskan karya-karya agung Tuhan agar banyak orang makin percaya kepada-Nya?

“Verba volant, scripta manent” artinya kata-kata bisa hilang, tetapi tulisan akan abadi.

Belajarlah dari Lukas. Ia menulis tentang karya Allah yang menyelamatkan.

Mari kita mulai menulis dan mewartakan.

Ladang Tuhan tidak hanya di dunia nyata, dunia maya yang tanpa batas juga perlu pekerja untuk menuai.

Siang hari udara sangat panas.
Sungguh nikmat minum juice nanas.
Ladang Tuhan sangat luas tak terbatas.
Butuh pekerja yang trampil dan trengginas.

Cawas, ayo mulai jadi pewarta sabda….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here