“Wo Mangura-ngura”, Komunitas Kawanua Katolik Jakarta Mengenang Pastor Melki Tore MSC (1)

0
444 views
RIP Pastor Melki Tore MSC (1960-2021)

PASTOR Yohanes Melki Tore MSC (1960-2021) meninggal dunia di Jakarta hari Selasa tanggal 21 September 2021, setelah selama delapan hari sempat tak sadarkan diri karena jatuh dan kemudian mengalami stroke.

Almarhum jatuh di kamarnya dan sejak itu mulai tak sadarkan diri sampai hari ia meninggal.

Lahir di Tomohon, Sulut, tahun 1960, jenazah Pastor Melki Tore MSC akan diterbangkan ke Manado untuk dilakukan misa requiem dan kemudian acara pelepasan jenazah. Lalu, jenazahnya akan dimakamkan di kompleks Seminari Kakaskasen di Tomohon – tempat kelahirannya.

Jadi dirigen koor massal

Berikut ini, rekaman tayangan peristiwa misa bersama Komunitas Kawanua Katolik di Jakarta tanggal 1 Februari 2020 lalu. Perayaan Ekaristi ini terjadi tak lama, setelah Uskup Keuskupan Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo diangkat menjadi Kardinal.

Uskup Keuskupan Manado Mgr. Rolly Untu MSC ikut menghadiri Perayaan Natal Bersama Komunitas Kawanua Katolik (Kawkat) Jakarta tahun 2020 lalu.

Natalan Bersama Komunitas Kawanua Katolik Jakarta tahun 2020.

“Wo Mangura-ngura”

Usai Perayaan Ekaristi, almarhum Pastor Johanis Melki Tore MSC memimpin kelompok koor massal menyanyikan lagu bertitel Wo Mangura Ngura.

Lagu ini menceritakan kisah demikian.

Kerinduan seseorang yang ingin tahu kabar teman bermainnya semasa kecil mereka.

Apa kabar dia sekarang di negeri jauh di rantau.

Sedang apa dia saat ini.

Bagaimana kehidupannya di sana.

Ganti penyanyi solis

Ada kisah lucu di balik tayangan menyanyi bersama lagu terkenal ini. Kisahnya terjadi tahun 2017 dan 2020.

Lagu ini sudah dua kali dinyanyikan oleh Komunitas Kawkat Jakarta. Sebelumnya, koor menyanyi bareng-bareng di acara bersama Mgr. Rolly Untu tahun 2017.

“Nah, penyanyi solis tahun 2017 dibuat berbeda dengan penyanyi solis tahun 2020. Alasannya sederhana saja. Almarhum Pastor Melki MSC merasa perlu mengganti penyanyi solisnya agar jangan sampai dia tampil terharu dan kemudian menangis lantaran menyanyikan lagu sendu itu,” ungkap Michelle Wondal yang saat Perayaan Natal Bersama Komunitas Kawkat 2020 ini menjadi Sekretaris Panitia.

“Kalau penyanyi solisnya sampai tidak bisa mengendalikan emosi saat menyanyikan lagu itu dan kemudian malah menangis saking harunya, maka paduan suara massal itu bisa langsung berantakan,” jelas Michelle.

Pastor Melki MSC menyampaikan pendapatnya itu kepada dia saat Komunitas Kawkat Jakarta melakukan latihan. “Saat latihan, pastor Melki MSC selalu tampil disiplin,” jelasnya.

Sebelum berlangsung Natalan Kawkat Bersama 2020 dengan Bapak Kardinal dan Mgr. Rolly Untu MSC itu, panitia menggelar baksos berupa donor darah di Gereja St. Polikarpus di mana waktu itu almarhum Pastor Melki tengah berkarya pastoral.

Supel tapi disiplin

Sebagai sosok pribadi imam, almarhum Pastor Melki Tore MSC adalah orang yang supel dan ramah. Namun sebagai pembimbing dan pelatih kelompok koor dan grup musik kulintang, almarhum sungguh sosok pribadi yang sangat komit dengan pelayanan sosialnya dan juga disiplin.

Di Komunitas Kawanua Katolik Jakarta, almarhum selalu aktif melatih para anggota untuk kegiatan menyanyi dalam kelompok koor, main musik kulintang, dan menari.

Di Komunitas Kawkat Jakarta, almarhum Pastor Melki Tore MSC menjadi pembimbing dan pembina. Sementara Sekjen adalah almarhum Maxi Paat. Wakil Sekjen adalah Michelle Wondal.

Keterlibatan almarhum Pastor Melki Tore MSC amat lengkap. Almarhum Pastor Melki juga melatih tarian Selendang Biru alias Selbi kepada ibu-ibu Kawanua Katolik di Jakarta. Lalu, memimin delegasi anggota mengikuti Festival Selbi di Bali dan berhasil menjuarai festival itu sebagai pemenangnya tahun 2017.

Tidak hanya menjadi ketua delegasi, almarhum Pastor Melki MSC juga sangat aktif melatih dan ikut menjaga logistik, barang-barang, dan tas milik ibu-ibu Kawkat yang tengah ikut lomba.

“Wah, benar-benar sosok pastor ‘serba bisa’ beliau itu,” kenang Michelle.

Kehilangan sosok imam baik dan berbakat

Banyak pihak merasa kehilangan atas kematian almarhum Pastor Melki Tore MSC. Almarhum adalah sosok imam MSC yang supel dan ramah.

Saat berkarya pastoral di Paroki Kampung Duri, almarhum selalu bergaul akrab dengan warga sekitar. Juga bersama kalangan non Katolik di sekitaran wilayah paroki. Terutama saat pesta rakyat 17 Agustusan.

Setahun lalu, almarhum sebenarnya sudah mengalami stroke ringan. Awal September 2021 lalu menjadi insiden stroke kedua bagi almarhum. Rupanya, jatuh di kamar dan stroke lagi itu lalu berujung akhir fatal: meninggal dunia.

Requiescat in pace et vivat ad vitam aeternam.

Kredit: Michelle Wondal dari Komunitas Katolik Kawanua Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here