Yakin, Kaum Berjubah Itu Selalu Lebih Bermoral Dibanding Kaum Awam?

0
210 views
Ilustrasi: Moral blindness by ist.

Bacaan 1: Yes 1:11 – 17
Injil: Mat 10:34 – 11:1

SAAT saya berkesempatan kursus tentang manajemen ke Zurich, Swiss, dan pergi ikut misa, pemandangannya sangat jauh berbeda dengan di kota saya Bogor. Di sana umat yang hadir dominan orang tua dan jumlahnya pun sangat sedikit. Sedangkan di Bogor dan daerah Indonesia lainnya, umat kadang sampai melimpah ke luar.

Namun dalam kehidupan sehari-hari, jujur saya lebih merasa aman di Zurich. Sedangkan di negara kita, tidak tercermin bahwa kereligiusan masyarakat terimplementasi dengan baik. Masih banyak terjadi kejahatan, pembunuhan, dan rendahnya nilai sosial serta moralitas.

Yesaya menulis bahwa TUHAN sepertinya tidak berkenan atas kereligiusan bangsa Israel sebab mereka tidak tulus. Melakukan ibadat dan persembahan namun juga kejahatan, religius tapi jahat.

Maka TUHAN meminta pertobatan bangsa Israel.

“Basuhlah, bersihkan dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik. Usahakanlah keadilan, kendalikan orang kejam. Belalah hak-hak anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda,” demikian sabda TUHAN. Bertobat dahulu baru datang kepada TUHAN.

Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya kepada para murid mengingatkan bahwa pentingnya sebuah loyalitas untuk mengikuti-Nya.

Beliau sampai membandingkan loyalitas tersebut dengan relasi dalam keluarga Yahudi (ikatan keluarga dalam bangsa Israel sungguh sangat kuat).

Bukan berarti Yesus mengajarkan untuk menentang keluarga namun Ia ingin para murid memiliki loyalitas yang tinggi kepada-Nya. Harus mau nemikul salib pribadi, meninggalkan ikatan duniawi bahkan berani mempertaruhkan nyawa jika perlu.

Jika dalam Bacaan Pertama tadi Allah meminta bangsa Israel meninggalkan segala perilaku buruknya sebelum datang kepada-Nya maka Tuhan Yesus meminta para pengikut-Nya untuk meninggalkan segala ikatan duniawi sebelum mengikuti-Nya.

Diakhir bacaan, Tuhan Yesus mengingatkan kembali, barangsiapa menerima para pengikut-Nya berarti ia juga menerima Diri-Nya dan Bapa dan jaminan mendapatkan anugerah dari-Nya.

Pesan hari ini

Seorang religius tidak serta merta menjadi jaminan bahwa dia juga bermoral, setidaknya TUHAN sendiri yang berkata dalam Kitab Yesaya hari ini.

Dan sebagai pengikut Yesus maka kita dituntut memiliki loyalitas yang tinggi kepada-Nya mengalahkan lainnya.

Kasus baru Covid-19 semakin menggila tanda masih banyak orang yang belum paham protokol kesehatan atau mungkin mengabaikannya

Bersatu Melawan Coronavirus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here