Yesus Sumber Kesembuhan

0
416 views
Ilustrasi (Ist)

Minggu 4 Februari 2024.

  • Ayb. 7:1-4,6-7;
  • Mzm. 147:1-2,3-4,5-6;
  • 1Kor. 9:16-19,22-23;
  • Mrk. 1:29-39.

PENDERITAAN bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Sebab tidak ada manusia yang tahu terjadinya suatu derita atau musibah karena menjadi kehendak Sang Kuasa.

Adakalanya penderitaan datang tidak terduga, untuk itulah kita harus siap dan kuat menghadapi setiap cobaan dalam hidup ini.

Ketika ditempa musibah, kita membutuhkan energi positif yang membantu kita tetap kuat, sabar dan tabah menghadapinya. Karena perasaan mengeluh, bersedih, ataupun putus asa saat ditempa musibah justru bisa membuat pikiran kita makin terpuruk.

“Saya tahu semua teman juga pernah berbuah salah,” kata seorang teman. “Tetapi mengapa mereka merasa paling bersih hingga memperlakukan aku seperti bangkai busuk,” lanjutnya.

“Saya apel saja, hingga aku jatuh dan diketahui banyak orang,” ujarnya.

“Untuk kamu saat ini, percuma kamu menyerang dan mencari pembenaran atas perilakumu dengan membandingkan dirimu dengan mereka,” sahut sahabatnya.

“Kamu tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalahmu jika tidak berani melihat dirimu sendiri, dan mengakui segala kesalahan,” sambungnya.

“Benar atau salah tidak penting lagi, hanya mencari maksud Allah di balik peristiwa yang kamu alami itulah yang penting,” tegasnya.

“Ayub mendapatkan banyak kesusahan bukan karena dia bersalah namun cinta pada Tuhan diuji,” urainya.

“Tidak usah menyerang dan mencari kesalahan orang lain, tetapi berusaha menerima kenyataan dan berjuang menata hidup lebih baik lagi dengan bimbingan Roh Kudus,” imbuhnya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian, jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

Mendengar kedatangan Kristus, orang sakit berbondong-bondong menemui Yesus untuk mendapat penyembuhan. Bagi iblis, Yesus adalah ancaman dan ketakutan. Kita sering berada pada kedua posisi ini.

Kita menjadi orang yang mendatangi Kristus atau menjadi iblis yang menjauhi Kristus. Hendaklah kita menjadi orang-orang yang selalu berlari menuju Kristus ketika tantangan hidup dan penyakit menimpa diri kita.

Semoga kita tidak sibuk mencari kesalahan orang lain namun menerima kesalahan sebagai bagian kehidupan kita.

Jika kita berani merangkul kegelapan hidup kita, kita dibimbing menemukan sumber kekuatan dan penyembuhan kita yang ada pada Kristus.

Kita tidak bisa mengandalkan diri sendiri untuk suatu tantangan hidup yang sangat berat. Kita tidak perlu berpikir rumit untuk bertemu Kristus dan menimba kekuatan dari-Nya. Hanya dengan kerendahan hati kita bisa menjumpai Dia.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku sibuk menyalahkan orang lain daripada menerima kesalahan yang telah kita perbuat?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here