Ziarah ke Tanah Suci: Anggur atau Perkawinan? (2)

0
3,094 views

KANA adalah tempat peristiwa penting terutama ketika Yesus –yang mungkin dengan bersungut sungut– melakukan permintaan ibuNya untuk mengubah air menjadi anggur di sebuah pesta pernikahan.

Di Kana inilah, kami melakukan peziarahan yang pertama di Tanah Terjanji, tempat di mana dulu  terjadi sebuah  pesta kawin yang nyaris mempermalukan tuan dan nyonya pemilik hajatan. Sekarang di tempat ini berdiri sebuah gereja yang terletak di sebuah gang, menjorok masuk sekitar 100 meter dari jalan raya. Gereja ini dikelola oleh Ordo Fransiskan.

Kana menjadi sebuah tempat yang sangat cocok untuk meneguhkan kembali janji perkawinan. Di sinilah kami pertama kalinya di dalam ziarah merayakan ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Angkur OFM, Uskup Bogor dan Romo Agus Surianto. Ekaristi ini memiliki intensi khusus untuk pasutri, dan mereka diberi kesempatan di dalam ekaristi untuk memperbaharui janji pernikahan.

Pembaharuan janji nikah

Paling tidak ada 10 pasutri di dalam rombongan kami yang berjumlah 55 orang ini yang tak kuasa menahan keharuan ketika menyerahkan sekuntum bunga kepada pasangannya sambil menciumnya. Tentu peristiwa ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi para pasutri, walaupun mungkin bagi yang lain bisa menjadi momen yang menyedihkan karena telah ditinggal pasangannya atau menjadi merasa kurang lengkap karena kebetulan berziarah seorang diri.

Saat itu gereja dipenuhi banyak peziarah lain dari berbagai negara. Misa dilaksanakan bergantian. Di dalam Gereja ini ada dua tempat untuk merayakan ekaristi. Semua ekaristi yang dirayakan nampaknya mengambil tema peneguhan janji pernikahan, karena selalu ada beberapa pasutri yang mengitari altar.

Mukjizat pertama

Kana adalah peristiwa pernikahan dan mukjizat anggur. Kalau saja ada pertanyaan, mana yang akan saya pilih: memperingati peristiwanya atau anggurnya, maka saya akan pilih dua-duanya.

Di luar gereja, sepanjang gang dan sepanjang jalan raya tampak banyak toko yang menawarkan anggur, tentunya dengan label khusus: “Anggur dari Kana”.  Kekhususan yang dimeteraikan  pada anggur ini menjadi magnet bagi peziarah untuk membelinya, baik untuk diminum sendiri maupun disiapkan untuk oleh-oleh.

Begitulah, anggur dari air menjadi mukjizat pertama Yesus. Kami membeli anggur juga di sini, meski kami tahu bahwa ini anggur memang dari tanaman anggur, bukan anggur mukjizat. Tetapi mukjizat sebenarnya telah terjadi ketika setengah tahun yang lalu saya masih tergeletak di rumah sakit, dan sekarang boleh menikmati rahmat Tuhan dengan berziarah di tanah suci. (Bersambung)

Photo credit: Ant. Herianto

Sebanyak 10 pasutri Indonesia melakukan pembaharuan janji pernikahan di Gereja Kana bersama Uskup Bogor Mgr. Michael Angkur OFM dan Romo Agus Surianto Pr; Pemandangan Gereja Kana dari sisi depan; Toko-toko menjual Anggur Kana.

Artikel terkait:

Ziarah ke Tanah Suci: Sisyphus Spina Christi (1)

 

Ziarah ke Tanah Suci: Merah Putih di Danau Galilea, In Verbo Tuo (3)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here