Mari Mengenal Kongregasi Religius MSA (Misionaris Para Rasul Kudus) di Pakumbang – Kab. Landak, Kalbar

4
1,467 views
Ilustrasi: Para pastor MSA yang berkarya di Vietnam. (Ist)

TAK banyak umat katolik di Indonesia mengenal apa itu MSA. Ini adalah tarekat atau kongregasi religius para imam.

MSA adalah singkatan dari:

  • Misioneros de los Santos Apostoles (Spanyol).
  • atau Missionnaires des Saints Apôtres  (Perancis.
  • Society of the Missionaries of the Holy Apostles (Inggris).
  • dan membakukan namanya dalam bahasa Indonesia sebagai Misionaris Para Rasul Kudus.

MSA adalah sebuah serikat hidup kerasulan (vita apostolica) yang didirikan berdasarkan dekrit Kardinal Jean-Claude Turcotte pada tanggal 15 Agustus 1995.

Gabungan dua tarekat religius

Serikat MSA merupakan hasil penggabungan dari dua tarekat religius. Kedua tarekat yang digabungkan menjadi satu ‘kelompok’ baru itu adalah:

  • Serikat SSsA yang didirikan pada tahun 1950 di Montreal – Kanada.
  • Serikat MSsA yang didirikan di Peru pada tahun 1962.

Kedua tarekat yang bergabung membentuk ‘kelompok baru’ ini  dididrikan oleh Pastor Eusebe Hendri Menard OFM dan Bapak Hector Duran dengan spiritualitas dan kharisma yang sama.

Pastor Eusebe Hendri Menard OFM meninggal dunia pada tanggal 26 Maret 1987. Setelah kematiannya, dewan pimpinan kedua tarekat sepakat untuk memulai penyatuan kedua tarekat.

Kapitel umum kedua tarekat dilaksanakan pada tanggal 30 Juli – 18 Agustus 1995 untuk proses penyatuan tersebut.

Pada tanggal 29 Juni 2000, Serikat MSA menerima hak pontifikalnya sebagai serikat religius imam.

Bupati Kabupaten Landak di Kalbar dr Karolin Margret Natasa melakukan upacara pancung buluh menandai diresmikannya Biara Pusat Kongregasi Misionaris Para Rasul Kudus (MSA) di Desa Pakumbang, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak, Kalbar, Jumat (22/07/16. Courtesy of Intipos.com

Memulai karya di Indonesia

Pada bulan Maret 2013, Pastor  Isaac Martinez MSA dan dewan  mengunjungi Vietnam dan Indonesia. Pada tanggal 26 Maret 2013,  sebagai superior general MSA, ia memimpin misa di Pakumbang,  Keuskupan Agung Pontianak,  untuk mengenangkan wafat pendiri MSA dan hal itu juga menandai masuknya MSA ke Indonesia.

Kharisma MSA adalah mempromosikan, membentuk, dan mendampingi orang-orang muda dan dewasa dalam panggilannya menuju imamat dan panggilan lainnya dalam Gereja.

Spiritualitas Tubuh Mistik Kristus

MSA mendasarkan spiritualitasnya pada hidup, karya dan pewartaan Yesus sendiri, dalam semangat spiritualitas Tubuh Mistik Kristus.

Sekarang ini, Generalat  MSA berpusat di Montreal- Kanada.

Para imam MSA telah berkarya di Kanada, USA, Peru, Kolombia, Brazil, Venezuela, Kongo, Kamerun, Vietnam, dan Indonesia.

Pakumbang – Kalbar

Di Indonesia,  kehadiran MSA berpusat di Biara Maria Ratu Para Rasul Tebing Tinggi, Paroki St. Fransiskus Asisi Pakumbang, Keuskupan Agung Pontianak.

MSA melayani reksa pastoral di Paroki St. Fransiskus Asisi Pakumbang dan juga mengelola persekolahan PAUD dan panti asuhan.

MSA di Indonesia memiliki  tiga rumah pendidikan yakni Rumah Pusat di Tebing Tinggi Pakumbang, rumah studi di Malang, dan Yogyakarta.

Tak ada kata ‘terlambat’

Prinsip “tak ada kata terlambat untuk menjadi imam” menjadi dasar untuk tidak membatasi umur para calon. Jadi,  selama masih bisa dan tidak terhalang, para pemuda ‘berumur’ pun  bisa diterima masuk menjadi anggota MSA.

Bukankah Allah memilih dan memanggil Abraham di usianya yang sudah lanjut?

Datanglah ke Pakumbang dan mulailah mengenal lebih intensif Kongregasi MSA.

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here