Puncta 08.01.20: Di Tengah Ombak dan Badai

0
222 views
Yesus meredakan angin ribut di laut by Ist


Markus 6:45-53

ADA Lagu rohani jadul yang sangat bagus dan familier yang mengilustrasikan bahwa kita ini seperti perahu kecil yang berlayar di samudera raya. Diterpa badai dan ombak. Hanya bisa selamat karena didampingi oleh Bunda Maria.

Liriknya seperti ini: “O kawula menika palwa upaminya. Alit tur tan prakosa ngambah ing samudra. Dipun tempuh prahara lan aluning samudra. Dhuh Dewi Maria pangayoman amba.”

Terjemahannya begini, “Kami ini seperti perahu. Kecil dan rapuh mengarungi samudera. Dihantam ombak dan prahara. Dhuh Ibu Maria, perlindungan kami.”

Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan para murid berlayar di tengah danau menuju Betsaida. Mereka diterpa angin sakal sehingga perahu mereka terombang-ambing oleh ombak besar.

Di tengah malam yang gelap, perahu dihantam gelombang. Semua mengalami ketakutan. Jauh dari mana-mana. Tidak ada yang bisa membantu. Nasib ditentukan oleh kepiawaian nakhoda kapal.

Saya pernah mengalami ketakutan seperti itu ketika dulu kami akan ikut SAGKI di Jakarta. Kami berenam dari Ketapang. Cuaca sangat buruk sehingga pesawat dari Ketapang ke Pontianak gagal berangkat.

Satu-satunya jalan yang harus ditempuh adalah naik speedboat dari Sukadana ke Pontianak. Ombak sangat besar. Mendung gelap dan hujan sepanjang perjalanan.

Speedboat itu penuh sesak. Atapnya juga penuh sarat dengan bagasi berat-berat. Saya tengok-tengok dimana ada pelampung. Tak terlihat. Hati ini ciut juga.

Bagaimana menyelamatkan diri kalau kapal terbalik? Ombak mengganas dan mesin kapal meraung-raung seolah mau menutupi kekawatiran kami. Semua penumpang terdiam dan hanya mulut komat-kamit berdoa dalam hati.

Saya pegang rosario dan berdoa dalam ketakutan. Garis mati dan hidup sangat tipis. Hanya pasrah kepada Tuhan.

Para murid terombang-ambing ombak di tengah danau. Lalu tiba-tiba Yesus berjalan di atas air dan mendekati mereka.

Yesus naik ke perahu dan redalah angin dan ombak. Para murid sangat tercengang. Mereka “mlongo” dan “ndomblong” tapi mereka belum juga percaya.

Dalam mengarungi hidup, kita juga sering menghadapi badai dan taufan. Kalau kita tidak melibatkan Tuhan, hidup kita akan berat sekali. Tetapi kalau Tuhan ada di dalam hidup kita, semua terasa ringan dan dimudahkan.

Marilah kita mengundang Tuhan dalam doa-doa kita,agar Tuhanlah yang bertindak mengatasi taufan dan badai kehidupan.

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit karena hidup yang pilu
Yesus bersama kita pasti akan aman

Cawas, semangat seperti gunting.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here