Hidup dalam Damai

0
209 views
Ilustrasi - Cinta damai dan upayakan perdamaian. (Ist)

KONFERENSI Tingkat Tinggi negara G-20 di Bali baru saja usai. Salah satu gema terkerasnya ialah pesan Presiden Jokowi pada saat membuka pertemuan itu, yakni perdamaian.

Bagian itu sengaja dikatakan dalam bahasa Inggris di tengah sambutan berbahasa Indonesia itu.

Mimik beliau amat serius waktu menyampaikan pesan itu. Itu memiliki dua makna.

Pertama, bahwa perdamaian itu isu paling serius dalam dunia global sekarang. Kedua, Indonesia serius berpartisipasi dalam merealisasikannya. Beliau menegaskan, jangan sampai ada perang dunia.

Perang tidak pernah menguntungkan. Siapa pun yang mengabaikan perdamaian hanya menghancurkan; dirinya sendiri, sesama, dan dunia.

Ketika berada dekat Yerusalem, Yesus menangisinya (Lukas 19: 41). Yerusalem atau kota damai itu tidak mengenal jalan damai. Bahkan menolak Sang Raja Damai tatkala mengunjunginya. “Wahai Yerusalem, alangkah baiknya andaikan pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu. Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.” (Lukas 19: 42).

Konsekuensi dari penolakan itu jelas. Yerusalem yang sangat terkenal dengan Bait Allah yang megah itu dihancurkan. “Tembokmu akan dirobohkan dan tiada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain.” (Lukas 19: 44). Rata.

Penyebab kehancurannya jelas. “Sebab engkau tidak mengetahui saat Allah melawati engkau.” (Lukas 19: 44). Yerusalem dan penduduknya asyik membanggakan kemegahan duniawinya hingga tiba saatnya Kaisar Titus dari Roma menghancurkan kota itu. Kini, orang Yahudi berdoa di Tembok Ratapan.

Manusia membutuhkan perdamaian. Mereka dituntut ikut menciptakannya. Sumber damai itu adalah Tuhan. Dia ditemukan dan disembah bukan di dalam gedung yang megah, melainkan dalam hati yang dipenuhi dengan kasih, damai, dan kebenaran.

Ketiganya ditemukan dalam bait Allah sejati, yakni Yesus Kristus. Dia hadir di antara dua atau tiga orang yang berdoa dalam nama-Nya ( Matius 18: 20).

Kamis, 17 November 2022
Peringatan Santa Elisabeth dari Hungaria

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here