Home BERITA Lingkungan St. Brigitta Paroki Kleco Solo Adakan Rekoleksi Keluarga di Wisma...

Lingkungan St. Brigitta Paroki Kleco Solo Adakan Rekoleksi Keluarga di Wisma Syalom Bandungan

0
Rekoleksi Keluarga dengan para peserta umat Lingkungan St. Brigitta Paroki Kleco di Wisma Syalom Bandungan, Ambarawa, Kabupaten Semarang. (FX Juli Pramana)

KELUARGA merupakan “Gereja Mini” atau “Gereja Rumahtangga “atau “Gereja Domestik”. Yang menjadi tempat beribadah bagi keluarga secara besama–sama. Komunikasi yang terjalin tidak hanya komunikasi keluarga antara ayah, ibu, anak; namun juga komunikasi iman.

Bapak, ibu dan anak melakukan komunikasi iman, membangun keeratan hubungan untuk saling mengingatkan dan meneguhkan. Doa bersama, beribadah bersama, saling bercerita tentang pengalaman hidup dan mengarahkan tujuan untuk menjadi keluarga yang baik.

Selain itu, orangtua mendampingi putera-puterinya untuk menerima sakramen-sakramen: Sakramen Babtis, Sakramen Pengakuan Dosa, Sakramen Ekaristi dan Sakramen Krisma.

Keluarga-keluarga di Lingkungan Santa Brigitta Wilayah Santo Yakobus Karangasem, Gereja Santo Paulus Paroki Kleco Surakarta hari Sabtu-Minggu, 20-21 Januari 2024 mengadakan Rekoleksi Keluarga di Wisma Syalom Bandungan. Rekoleksi ini diikuti 42 orang. Mengangkat tema “Menumbuhkan semangat dan kualitas hidup dalam keluarga.”

Rekoleksi Keluarga dengan para peserta umat Lingkungan St. Brigitta Paroki Kleco Solo di Wisma Syalom Bandung. (FX Juli Pramana)
Latihan bermeditasi, menikmati keheningan di Rumah Retret Wisma Syalom Bandungan, Ambarawa, Kabupaten Semarang. (FX Juli Pramana)

Gagasan mengadakan rekoleksi

Gagasan mengadakan rekoleksi muncul setelah para pengurus lingkungan. Usai mengamati adanya keengganan beberapa anggota keluarga untuk terlibat dalam kegiatan lingkungan maupun kegiatan yang diadakan paroki. Beberapa cara diupayakan untuk menghadirkan umat saat ada kegiatan lingkungan.

Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan; sehingga muncul gagasan rekoleksi bersama keluarga. Rekoleksi keluarga diikuti ayah, ibu, nenek, kakek, OMK dan anak-anak yang tinggal dalam keluarga.

Sebuah perjalanan panjang untuk mewujudkan harapan dan keinginan itu. Karena untuk mengadakan rekoleksi di luar kota dan bermalam membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Akhirnya keinginan itu bisa terwujud dengan bermodal awal menabung dari pengumpulan dana saat melaksanakan kegiatan lingkungan sejak tahun 2022 lalu. Selain itu, juga dilakukan penggalangan dana melalui jaga parkir di gereja, penjualan makanan, serta partisipasi donatur dari lingkungan yang berbagi perhatian.

Rekoleksi Keluarga dengan peserta umat Lingkungan St. Brigitta Paroki Kleco Solo di Wisma Syalom Bandungan. Diisi antara lain dengan kegiatan gerak tubuh. (FX Juli Pramana)

Ungkapan syukur

Ungkapan syukur disampaikan oleh peserta rekoleksi dengan terselenggaranya rekoleksi keluarga ini. “Harapan dengan adanya kegiatan rekoleksi ini umat dari keluarga-keluarga di lingkungan kami semakin tumbuh semangat terlibat secara aktif. Hadir dalam kegiatan lingkungan dan gereja baik itu orangtua, OMK maupun anak-anak,” kata Ketua Lingkungan Bu Ignatia Christiana Trisiwi Padmawati.

Rekoleksi selama dua hari diawali dengan ziarah di Gua Maria Kerep Ambarawa, ibadat dan rekoleksi yang dipimpin Bruder Hariyadi Albert FIC. Selain itu diadakan meditasi gerak dan mini outbound, serta ditutup dengan perayaan ekaristi bersama Romo Robertus B. Asiyanto SVD.

Meditasi gerak

Meditasi gerak mengajak peserta rekoleksi untuk memiliki fokus perhatian menenangkan diri, masuk dalam keheningan dan mengucap syukur pada Tuhan. Gerak batin dan gerak tangan membentang ke atas mengungkapkan sikap pasrah secara batin dan membuka diri untuk kehadiran Tuhan.

Meditasi gerak mengisi program kegiatan rekoleksi keluarga dengan para peserta umat Lingkungan St. Brigitta Paroki Kleco Solo di Wisma Syalom Bandungan. (Fx Juli Pramana)
Umat Lingkungan St. Brigitta Paroki Kleco Solo diajak meninkmati suasana keheningan di Wisma Syalom Bandungan, Ambarawa. (FX Juli Pramana)

Buah rekoleksi

Rasa persaudaraan, kebersamaan, lebih saling mengenal dan keinginan bersama untuk terlibat dalam kegiatan lingkungan dan gereja menjadi buah rekoleksi yang diperoleh. Anak-anak OMK mengungkapkan merasa lebih akrab satu dengan yang lain. Juga semakin akrab dengan keluarganya.

Tentu buah rekoleksi tersebut muncul sesaat setelah berlangsungnya rekoleksi. Harapan selanjutnya semoga buah rekoleksi tersebut mewarnai hidup bersama di lingkungan dan gereja, semakin mewujud semangat menggereja dan semakin meningkat hubungan dan komunikasi yang baik dalam keluarga.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version