Home BERITA Percik Firman: Pribadi yang Santun dan Baik Hati

Percik Firman: Pribadi yang Santun dan Baik Hati

0

Kamis, 11 Juni 2020

PW Santo Barnabas, Rasul

Bacaan: Mat 10:7-13

“Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka” (Mat 10:12)

Saudari/a ku ytk.,

SETIAP masyarakat tentu mempunyai kebiasaan dan sopan santun yang diwariskan turun-temurun. Misalnya, orang tidak boleh makan dengan duduk di depan pintu; orang dibiasakan menerima sesuatu dengan tangan kanan sambil mengucapkan ”terimakasih’; sebelum masuk ke rumah seseorang, mengetuk pintu atau memencet bel terlebih dahulu, sambil mengucapkan ”Permisi atau kulanuwun”.

Sopan santun itu penting dalam hidup bersama dan dalam membangun relasi yang beradab. Di sana ada unsur menghargai orang lain. Dan hal itu menjadi salah satu upaya mendidik anak-anak untuk tumbuh berkembang menjadi pribadi yang berbudaya, beradab dan santun. 

Dalam Injil pada Peringatan Wajib Santo Barnabas hari ini, Tuhan Yesus membiasakan para murid-Nya untuk menghidupi sopan santun dalam mewartakan Injil. Misalnya: Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Mereka diutus untuk menyampaikan kabar gembira dan pengharapan, seperti menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta, dan mengusir setan.

Hari ini tanggal 11 Juni Gereja merayakan Peringatan Wajib Santo Barnabas, Rasul. Ia berasal dari Siprus, keturunan bangsa Yahudi dari suku Lewi. Nama aslinya Yosef. Para rasul memberinya ’parapan’ atau nama baru “Barnabas”, yang berarti anak penghiburan. Ia dikenal luas karena hubungannya dengan Paulus. 

Dari Kisah para Rasul, kita tahu bahwa sosok Barnabas itu luar biasa. Dikatakan, dia orang yang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Nama seseorang biasanya punya makna. Barnabas berarti anak penghiburan. Bagaimana kehadirannya di tengah jemaat bisa memberikan penghiburan, peneguhan dan Ngeyem-eyemi jemaat yang dijumpainya. Kita pun bisa bertanya pada diri kita sendiri: apa makna nama kita? Sudah kita hidup sesuai dengan nama itu? Hehehe…

Kehadiran Barnabas di Antiokhia membuat umat berkembang dengan baik. Antiokhia menjadi pusat misi kristen, bahkan di situlah untuk pertama kalinya para pengikut Yesus disebut dengan nama Kristen. Barnabaslah yang menghantar Paulus kepada para Rasul untuk menceritakan peristiwa penampakan Tuhan pada Paulus di tengah perjalanannya ke Damsyik. 

Ia menjadi pewarta Injil yang hebat dan terbuka akan bimbingan Roh Kudus. Barnabas meninggal dunia dengan dirajam oleh orang-orang Yahudi di Salamis. Karena karya dan jasanya, Barnabas dimasukkan dalam bilangan para pendiri Gereja dan dianggap sebagai seorang Rasul.

Pertanyaan refleksinya, sudahkah Anda mengetahui dan menghidupi makna dari nama diri Anda? Kebiasaan baik apa yang Anda terima dari orangtua Anda selama ini? Kebiasaan baik apa yang ingin Anda wariskan kepada anak cucu atau murid-murid Anda?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version