Puncta 11.02.19 Markus 6:53-56 Sahabat untuk Hidup Sehat

0
357 views
Ilustrasi: Mengajak mama-mama yang tengah hamil tua melakukan senam sehat guna mengurangi risiko proses persalinan. Inilah yang dilakukan suster biarawati KFS Sr. Priska selama menjalani karya kesehatan di Paroki Atsj, Keuskupan Agats di Papua. (Sr. Priska KFS)

INILAH motto Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Yakni, menyadari sepenuhnya bahwa pelayanan kesehatan (perawatan dan pengobatan) yang diselenggarakan itu merupakan bagian dari doa permohonan para pasien dan keluarganya.

Mereka mohon kesembuhan jiwa dan/atau raga dari Allah sendiri yang sesungguhnya berkuasa atas kesehatan dan kehidupan manusia ciptaan-Nya.

Orang-orang sakit yang datang itu adalah sahabat yang harus dibantu agar dapat dilayani sehingga segera mendapatkan kesembuhan jiwa dan raga. Semua orang yang sakit berharap dan berdoa supaya mendapatkan penyembuhan melalui perawatan dan pengobatan.

Pasti semua instansi kesehatan mempunyai motto yang bagus dan luhur.

Bagaimana caranya motto itu dapat terwujud secara nyata, itulah perjuangan terus menerus tanpa henti.

Bacaan Injil hari ini bercerita bagaimana Yesus melayani dan menyembuhkan banyak orang sakit. Mereka membawa orang-orang sakit agar disembuhkan Yesus. Kemana pun Yesus pergi,  ke desa-desa, ke kota-kota, ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepadaNya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubahNya saja.

Saya jadi ingat kisah heroik Bidan Siti Sumiyati yang dijuluki “Penyelamat Ibu Hamil” di Kepulauan Seribu. Ia menjelajahi wilayah Kepulauan Seribu dengan kapal ojek dari rumahnya di Pulau Pramuka.

Kadang harus menempuh perjalanan 7 jam di tengah lautan. Dari tangannya, banyak ibu hamil diselamatkan dan ia bisa menekan angka kematian bayi menjadi 0%.

Bukan soal material yang dikejar, tetapi melulu karena panggilan kemanusiaan. Itulah semangat pengabdian yang luar biasa Bidan Sumiyati.

Pengabdian dan pelayanan itulah ciri khas mereka yang berkecimpung dalam karya kemanusiaan. Yesus datang tiada mengenal tempat dan waktu. Mereka yang sakit dan menderita mendapat prioritas pelayanan.

Semoga mereka yang bekerja di karya kemanusiaan bukan melulu mencari keuntungan ekonomi tetapi didorong kuat oleh semangat cintakasih, sebagaimana Yesus datang untuk menyelamatkan.

Bermain dengan kembang-kembang kertas
Disulam dengan benang emas
Yang melayani dengan tulus ikhlas
Rahmat Tuhan melimpah tanpa batas

Berkah Dalem,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here