Paroki Banteng Yogyakarta Gelar Pelatihan AI: Dari Algoritma ke “Amin”

0
12 views
Paroki Keluarga Kudus Banteng Jl Kaliurang, Sleman, DIY, gelar pelatihan memanfaatkan AI untuk pelayanan pastoral. (Panitia)

SEBANYAK 52 peserta hadir dalam pelatihan bertajuk “Dari Algoritma ke Amin: Menggunakan AI untuk Memuliakan Tuhan dalam Pelayanan” yang berlangsung di Aula Panti Paroki Gereja Keluarga Kudus Banteng, beberapa hari lalu.

Peserta datang dari beberapa paroki di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya; antara lain Paroki Keluarga Kudus Banteng, Paroki Santa Maria Assumpta Gamping, Paroki Santa Theresia Sedayu, dan Paroki Santo Aloysius Gonzaga Mlati. 

Acara ini diampu Bidang Litbang Paroki Keluarga Kudus Banteng, yang diketuai oleh Fransisca Rahayuningsih. Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat yang menegaskan tujuan praktis pelatihan.

Dalam sambutannya Bu Ning, panggilan akrab Ibu Fransisca Rahayuningsih, mengajak peserta untuk menemukan bersama bagaimana AI dapat menjadi mitra setia dalam pelayanan. “AI membantu kita mengelola informasi, merencanakan kegiatan, dan menjangkau lebih banyak umat dengan cara yang kreatif dan relevan,” ungkap Bu Ning.

Ia juga mendorong peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian dengan “pikiran terbuka, semangat belajar yang tinggi dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru.” 

Praktik langsung

Penulis -ABe Kristiawan sebagai Ketua Tim Pelayanan Pengembangan SDM Paroki Banteng- tampil sebagai narsum utama. Sehari-hari, penulis berprofesi sebagai konsultan dan trainer bidang SDM, operasional, people development, serta coaching counseling.

Materi presentasi yang disampaikan menawarkan landasan konsep AI, contoh prompt efektif, serta aplikasi praktis AI untuk mendukung kebutuhan liturgi, komunikasi, perencanaan kegiatan pelayanan umat dan pengelolaan administratif lainnya.  

Format pelatihan menitikberatkan pada praktik langsung. Seluruh peserta tampak aktif saat sesi praktik dengan memanfaatkan perangkat alat kerja masing-masing (laptop, tablet atau smartphone) dan tekun berlatih menyusun prompt yang efektif.

Menurut panitia, sebagian besar peserta juga berbagi pengalaman penggunaan AI dalam tugas pelayanan mereka sehari-hari serta dalam kegiatan dan pekerjaan mereka, sehingga sesi menjadi interaktif dan kaya pengalaman lapangan.

Interaksi langsung para peserta pelatihan dengan narsum. (Panitia)

Interaksi antara peserta dan pembicara berlangsung sangat baik; banyak pertanyaan praktis yang dijawab langsung oleh narasumber. 

Sebagai bentuk apresiasi dan semangat kebersamaan, panitia menyiapkan doorprize total senilai Rp 3.000.000, yang disponsori oleh Prima Abadi Yogyakarta. Hadiah tersebut menambah antusiasme peserta hingga akhir acara.  

Dari segi manfaat, para peserta menilai pelatihan ini relevan dan aplikatif.

Salah seorang peserta dari Paroki Santa Maria Assumpta Gamping mengatakan bahwa pelatihan membuka wawasan baru tentang cara memanfaatkan AI untuk mempercepat penyusunan materi katekese serta mendesain undangan digital yang lebih menarik.

Umpan balik seperti ini mencerminkan tujuan Litbang Paroki: mendorong inovasi yang tetap berlandaskan nilai-nilai pastoral. 

Akhirnya, panitia menyampaikan akan melakukan evaluasi serta merencanakan rangkaian pelatihan lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan umat serta tim pelayanan Gereja.

Inisiatif ini bertujuan agar Gereja dapat mengadopsi teknologi secara bijak dengan memanfaatkan AI sebagai alat bantu yang memperkaya dan memperkuat pelayanan, bukan pengganti hikmat pastoral. 

Para peserta program pelatihan memanfaatkan AI untuk karya pelayanan pastoral yang dibesut oleh Paroki Banteng Yogyakarta. (Panitia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here