Home BERITA Hasrat Menjumpai Tuhan

Hasrat Menjumpai Tuhan

0
Tuhan Yesus menyembuhkan Batimeus yang buta

Bacaan 1: Sir 42:15-25

Injil: Mrk 10:46-52

Sebagai orang beriman kita memiliki kewajiban utama, yaitu bermisi. Melayani Tuhan dalam berbagai sendi kehidupan sebagai ungkapan kasih kepada Sang Pencipta dengan melayani ciptaan-Nya yang bisa dilihat.

Sebagai “missioner” tugas utamanya adalah membawa setiap orang kepada Tuhan Yesus Kristus dan bukan malah menghalang-halanginya. Memperkenalkan Sang Pencipta Alam Semesta kepada mereka yang belum mengimani-Nya.

Banyak hal bisa dilakukan dalam evangelisasi. Bisa melalui profesi sehari-hari, pelayanan rohani serta pewartaan injil. Inilah “Ladang” yang telah disiapkan Tuhan untuk dikerjakan.

Dalam kisah Bartimeus, justru orang-orang disekitar Yesus pada awalnya menghalang-halanginya untuk berjumpa dengan-Nya. Orang-orang yang semestinya membawa banyak orang kepada-Nya untuk disembuhkan dan diselamatkan namun malah “membungkam”.

Jelas ini bukan sikap dan sifat seorang “missioner” yang baik.

Di sisi lain, kita melihat sikap keras Bartimeus untuk berjumpa dengan Sang Mesias. Dia tidak peduli orang-orang yang berusaha menghalang-halangi dan justru semakin keras berteriak hingga memecah fokus perjalanan Tuhan Yesus saat itu.

Sebagai seorang buta, sepanjang hidupnya ia hanya bisa mengandalkan dari pendengarannya saja. Dan tentu, lewat pendengarannya ia telah mengenal sepak terjang Tuhan Yesus. Sehingga saat Ia lewat di dekatnya, kesempatan itu tidak ia sia-siakan.

Pada akhir para murid tersadar saat Tuhan Yesus mau membuka telinga-Nya terhadap hati Bartimeus yang membuka diri untuk menjumpai-Nya.

“Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”

Sikap inilah yang seharusnya dari awal ditunjukkan para murid termasuk kita para misionaris. Mendukung dan memberi peneguhan bagi orang yang ingin datang kepada Tuhan Yesus.

Allah ingin berbagi kasih kepada ciptaan-Nya, sama seperti yang dikisahkan oleh penulis Kitab Sirakh.

“Karya Tuhan hendak kukenangkan, dan apa yang telah kulihat hendak kukisahkan. Segala karya Tuhan dijadikan dengan Sabda-Nya.” Demikian tulisnya.

Namun apa yang ingin diungkapkan Allah hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang mengasihi-Nya saja.

Seorang pelayan sabda, selain bertugas membawa perjumpaan umat-Nya dengan Sang Pencipta maka ia juga sepenuhnya berpasrah pada-Nya. Bukannya malah mengandalkan kekuatan sendiri dan mewartakan apa yang ingin ia wartakan semau-maunya.

“Allah tidak membutuhkan seorangpun sebagai penasehat.”

Demikian tulisnya.

Pesan hari ini

Sebagai seorang “missioner” sejati, bawalah sebanyak-banyaknya orang untuk semakin mengenal Tuhan Yesus Sang Penyembuh dan Juru Selamat itu dan bukannya malah menghalang-halangi.

Tumbuhkan hasrat perjumpaan dengan-Nya.

“Hal tersulit dalam mencintai, adalah memulainya. Terutama membuka hati, setelah membereskan yang lama.”

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version