Katakan Kasih pada Tuhan dengan Bunga

0
2,447 views
Hiasan dekorasi bunga di altar gereja (Courtesy of Lusius Sinurat)

KEINDAHAN tata ruang dalam tempat ibadah dapat dilakukan oleh tangan-tangan tulus dan keselarasan dengan kesalehan hidup beriman. Praktik kesalehan tampak dari penghormatan atau kebaktian pada Tuhan melalui benda-benda dan dekorasinya. Salah satu cara mempercantik dan meningkatkan kesalehan adalah dengan merangkai bunga. Bunga bukan hanya tempelan saja tetapi bagian penting dalam kesalehan tersebut.

Rangkaian bunga dalam tempat ibadah terutama Gereja dipergunakan untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Karena itu bunga yang digunakan adalah bunga hidup. Dengan tambahan dedaunan yang hidup dipertahankan bentuk aslinya. Apalagi rangkaian itu berpusat pada perayaan pengenangan kebangkitan Tuhan maka seleuruh keindahan selaras dengan waktu atau masa olah kesalehan. Di waktu masa tobat maka ornamen warna ungu yang dominan, sementara masa mulia seperti Natal dan Paskah menggunakan ornamen warna keemasan atau putih. Antara Kamis putih dengan Paskah perlu sedikit dibedakan sebab puncaknya adalah Paskah.

Katakan kasih pada Tuhan dengan bunga tidak datang sekali jadi. Berulang-ulang dengan terus melatih diri sehingga dapat menyatu antara rasa dan kesalehannya. Rm Handi Sadeli, penggiat dan praktisi merangkai bunga Gereja memberi pelatihan bagi peminat merangkai bunga. Kegiatan yang diselenggarakan oleh tim liturgi Paroki Santo Yosep diikuti bukan hanya umat paroki tetapi juga ada bberapa umat dari paroki lain. Ada 42 tim dengan anggota 3 orang tiap tim.

Kegiatan pelatihan ini sudah terselenggara pada hari Minggu yang lalu. Tepatnya tgl 12 Februari di aula Santo Yoseph Purwokerto Timur (Sanyos). Kegiatan diawali dengan penjelasan maksud dan sikap perangkai bunga serta prinsip-prinsip dasarnya baik ketentuan dalam peribadatan maupun alat-alat serta bahan-bahan yang digunakan. Rm Handi lalu mengajak semua peserta untuk belajar merangkai bunga dengan berbagai metode seperti lingkaran, segitiga baik sama sisi maupun siku-siku. Setelah tiap kelompok praktik merangkai bunga, tiap kelompok mendapat kesempatan untuk diterangkan atau dievaluasi.

Di akhir acara Rm Handi mengajari peserta merangkai lilin Paskah. Bagian kandelar yang dirangkainya. Acara yang dimulai pkl. 09.30 berakhir pkl. 15.00. Bunga-bunga di altar manapun sama baik di altar di lingkungan juga dapat dirangkai dengan menyesuaikan. Misalnya karena meja kecil sementara ada lilin, salib maka lilin bisa ditaruh satu tempat dan sisi lain bunga. Yang terutama bunga tidak menutup bagian utama altar. Banyak hal baru ditemukan bukan hanya tara cara atau teknik tetapi juga semangat melayani dengan tulus menjadi pesan yang perlu dihidupi oleh para perangkai bunga.

Semoga katakan cinta pada Tuhan dengan bunga makin terlatih. Soter@bdtoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here