Home BERITA Kesucian Maria dalam Pewahyuan Allah: Sebuah Pemilihan Istimewa

Kesucian Maria dalam Pewahyuan Allah: Sebuah Pemilihan Istimewa

0
Ilustrasi - Perwahyuan Allah terjadi dalam peristiwa inkarnasi Yesus. (Ist)

MARIA, seorang perempuan yang terpilih oleh Allah untuk menjadi ibu Yesus, adalah sosok yang dipenuhi dengan kesucian yang luar biasa.

Pewahyuan Allah mengenai kesucian Maria menunjukkan sebuah pemilihan istimewa, di mana ia dipilih secara khusus oleh Allah untuk memainkan peran penting dalam rencana penyelamatan-Nya bagi umat manusia (Luk1:26-38).

Dalam rencana-Nya untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian, Allah merencanakan kelahiran Yesus sebagai Juru Selamat.

Kesucian Maria menjadi faktor penting dalam rencana ini; karena Allah memilihnya menjadi ibu Yesus. Allah yang suci membutuhkan wadah yang suci dan layak untuk menjadikan diri-Nya manusia. Dan Maria adalah orang yang dipilih-Nya

Kesucian Maria, pemilihan Allah menjadi ibu Yesus

Dalam wahyu Allah, Maria dipilih secara khusus untuk menjadi ibu Yesus. Pemilihan ini menunjukkan keagungan dan kemuliaan yang Allah berikan kepadanya.

Dalam Injil Lukas 1:26-31, Malaikat Gabriel datang kepada Maria dan menyampaikan kabar gembira bahwa ia akan mengandung dan melahirkan Anak yang disebut Putera Allah.

Pemilihan Maria sebagai ibu Yesus menunjukkan bahwa Allah telah memilihnya dengan hati-hati untuk peran penting ini.

Kesucian Maria merupakan  tanda keagungan yang luar biasa yang Allah anugerahkan kepadanya. Pemilihan ini mengungkapkan bahwa pewahyuan merupakan inisiatif dari Allah.

Selain itu, pemilihan ini menunjukkan bahwa Maria memiliki kedudukan istimewa dalam rencana penyelamatan Allah. Artinya, Maria dipilih dan dipanggil oleh Allah untuk berpartisipasi atau berperan aktif dalam hidup Allah dalam mewujudkan keselamatan umat manusia.

Oleh karenanya, kesucian Maria sebagai pemilihan Allah memberi keagungan dan kemuliaan yang luar biasa pada dirinya; menjadikannya perempuan paling terberkati di antara semua perempuan.

Maria dijaga dari dosa asal oleh Allah

Konsep pewahyuan Allah mengenai Maria yang dijaga dari dosa asal oleh Allah mengacu pada doktrin tentang kekudusan Maria atau konsepsi tanpa noda.

Dalam iman Katolik, prinsip dasar iman adalah bahwa keistimewaan Maria sebagai Ibu Tuhan Yesus melindunginya dari dosa asal ini. Oleh karena itu, Maria tidak seperti kebanyakan manusia seperti kita, meskipun dia adalah manusia biasa.

Terlepas dari kenyataan bahwa semua orang memenuhi syarat untuk menerima penebusan (Yohanes 3:16), namun hanya Maria yang dipilih secara istimewa untuk menjadi ibu-Nya. Maka sebelum Putera-Nya lahirkan di dunia, Allah yang adalah kudus, tanpa noda dan sempurna, memutuskan menguduskan seseorang terlebih dahulu. Akhirnya, melalui Maria, Ia nantinya akan dilahirkan.

Hal ini menegaskan kekudusan dan kesucian Maria sebagai salah satu tanda kasih  yang Allah berikan kepadanya.

Oleh karena itu, meskipun dapat tampak bahwa peran utama Maria dalam membawa Yesus ke dunia pada awalnya cukup kecil, pada kenyataannya, Bunda Maria sekarang telah mengambil posisi terbesar dan paling signifikan. Yesus tidak akan dilahirkan ke dunia pada waktu itu tanpa persetujuannya.

Malaikat Gabriel mengunjungi Maria. (ist)

Peran penting kesucian Maria dalam karya keselamatan

Kita tahu bukan hal yang mudah memahami keterlibatan Maria dalam proses keselamatan. Melalui kesucian Maria, mengacu pada ketaatan dan kerendahan hatinya menerima kehendak Allah, mempunyai peran penting dalam karya keselamatan yang membuatnya berkenan dihadapan Allah.

Madah Magnificat (Lukas 1:46-55) merupakan sebuah pujian dan ungkapan syukur yang sangat indah dihadapan Tuhan, karena Tuhan memenuhi janji-Nya kepada para nabi dengan menganugerahkan Putera-Nya untuk menyelamatkan dunia dan kini keselamatan yang diharapkan sekarang telah terpenuhi di dalam dan melalui Maria.

Dari peristiwa ini wahyu dapat kita lihat sebagai komunikasi pribadi Allah yang transenden dengan manusia di bumi.

Ibu Yesus dan Gereja

Pewahyuan Allah secara khusus memberkati Maria agar dia melahirkan Yesus. Maria hanya menerima anugerah-Nya sebagai buah dari ketaatan dan kesediannya untuk mengandung dan melahirkan Yesus Kristus. Maria sepenuhnya berpartisipasi dalam rencana Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia karena melalui dia Juruselamat dilahirkan.

Peran Maria sebagai Ibu Allah dan Ibu Gereja, menjadi  tempat yang aman bagi setiap kita, anak-anak-Nya, untuk meminta bantuan melalui doa-doa-Nya karena kesucian hati, kelembutan hati dan keintiman hatinya kepada Allah.

Selain itu, kesucian Maria juga memiliki nilai simbolis. Maria adalah perwakilan umat manusia yang setia dan patuh kepada Allah.

Maria dikandung tanpa noda dosa asal. (ist)

Dalam dirinya, kita melihat kerendahan hati dan ketaatannya yang  menggambarkan kesetiaan kepada Allah.

Kesucian Maria mengajarkan kita pentingnya hidup dalam kesucian, menyerahkan diri kepada kehendak Allah, dan menjadi wadah yang layak bagi kuasa dan anugerah-Nya.

Dengan demikian, pewahyuan Allah kepada Maria mengenai kesucian dan peran pentingnya sebagai ibu Yesus menunjukkan intervensi langsung dan kehendak ilahi Allah dalam menyusun rencana penyelamatan.

Pewahyuan ini menggambarkan betapa pentingnya Maria dalam rencana penyelamatan Allah dan mengungkapkan keagungan serta keistimewaannya sebagai perempuan yang terpilih oleh Allah.

Pewahyuan Allah kepada Maria merupakan tindakan Allah yang bertujuan mengubah hidup kita sampai pada keselamatn dan pembaharuan hidup.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version