Langkah-Langkah Berdoa Adorasi Pribadi

0
341 views
Ilustrasi - Para suster OSA tengah melakukan doa hening bersama di kapel Augustinian Spirituality Center Ketapang, Kalbar. (Dok. OSA)

GEREJA dan dunia memiliki kebutuhan yang besar akan adorasi. Yesus menantikan kita di dalam sakramen cinta ini.

Marilah kita meluangkan waktu untuk menjumpai-Nya dalam adorasi dan kontemplasi yang penuh iman dan bertobat atas segala kesalahan dan kejahatan dunia. Semoga adorasi kita tak pernah berhenti. Paus Yohanes Paulus II, Dominocae Cenae

Perlunya jeda dan jeheningan

Dunia yang sibuk membuat umat menyadari pentingnya jeda untuk mengalami keheningan. Sehingga akhirnya tempat-tempat doa yang hening seperti kapel, ruang adorasi dan Gua Maria menjadi lokasi tujuan umat untuk menepi sejenak dari sibuknya pekerjaan dan rutinitas lainnya.

Pandemi sempat menghentikan kunjungan umat ke tempat-tempat umum tersebut; bahkan kunjungan ke gereja. Keberadaan pertemuan virtual rupanya telah mengakibatkan sebagian umat terlena; terlebih kunjungan-kunjungan ke kapel dan ruang adorasi masih belum bisa sepenuhnya ramai kembali.

Ilustrasi: Sepi dan hening di tepi laut. (Ist)

Sebaliknya, ada beberapa imbas pandemi yang justru membuat sebagian umat mulai berpikir bahwa tidak cukup sekadar pergi menghadiri Perayaan Ekaristi, namun mulai mencari keheningan dan ketenangan di dalam kapel dan ruang adorasi.

Pandemi telah merusak sebagian tatanan perekonomian dan juga rutinitas kehidupan beragama. Mamun sekaligus menyadarkan banyak orang pentingnya relasi lebih intens dengan Yesus yang menguatkan.

Sebuah kesadaran bahwa Allah, yang ada dalam pribadi Yesus, beserta kita (Mat. 1:23)

Adorasi sebagai ruang penyadaran

Kalau boleh dibilang, adorasi adalah “ruang penyadaran” di mana umat menemukan sendiri relasi kuat antara dirinya dengan Yesus.

Itu yang akhirnya membawa kesadaran penuh bahwa hosti yang kita terima setiap Minggu dalam Perayaan Ekaristi adalah Tubuh dan Darah Yesus sendiri yang setelah peristiwa konsekrasi berubah wujud menjadi Yesus dan setelah kita sambut berdiam di dalam masing-masing kita (Yoh 6:51).

Communio artinya persatuan timbal balik atau persatuan dengan Yesus. Adorasi adalah waktu di mana kita memandang Yesus dengan penuh cinta, menyadari keterikatan kita dengan-Nya (1Ptr.1:18-19).

Ada banyaknya kesaksian iman dari umat yang rutin berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus menunjukkan betapa pentingnya kekuatan yang kita dapatkan melalui kunjungan kepada Yesus dalam rupa Sakramen Mahakudus.

Doa Adorasi Pribadi di ruang hening di mana ditahtakan Sakramen Mahakudus. (Eustakia Esti)

Langkah-langkah adorasi pribadi

Sebagian umat masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya harus mereka lakukan di dalam kapel atau ruang adorasi.

Berikut ini sedikit panduan langkah-langkah bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke ruang adorasi secara pribadi.

  • Hormat kepada Sakramen Mahakudus

Kita bisa hormat dengan cara berdiri, berlutut dengan sebelah kaki ditekuk seperti saat kita hendak duduk di gereja, berdiri di atas kedua lutut lalu menghormat, atau bersimpuh di bawah lantai kemudian merunduk untuk memberi hormat. Semua bisa dilakukan sesuai kondisi tubuh kita masing-masing.

  • Duduk

Duduklah dengan sopan, baik di kursi, matras atau dingklik. Carilah mana yang paling nyaman untuk kondisi tubuh kita.

  • Lambungkan Doa Pembuka

Bentuknya bisa doa syukur atas waktu yang disediakan Tuhan sehingga kita dapat mengunjungi Yesus dalam kapel Adorasi, serta memohon Roh Kudus hadir sehingga kita bisa beradorasi dengan tenang seturut bimbingan-Nya (Yoh 14:26).

  • Berdoa Tobat

Rendahkan diri kita di hadapan Yesus sendiri, mengingat segala kesalahan dan dosa kita, besar/kecil, sengaja/tidak disengaja, sepanjang hari/pekan/tahun/hidup kita dengan Doa Tobat atau doa penyesalan pribadi secara bebas (Mat 3:2; Luk.5:31-32)

  • Memuji dan Menyembah-Nya

a. Bisa melalui lagu pujian dan penyembahan atau pun dari lagu mazmur dan doa brevir harian

b. Bisa dalam bentuk doa-doa  pujian dari Kitab Suci atau doa pribadi.

c. Bisa dengan cara membaca Kitab Suci/Injil Bacaan hari itu dan kemudian ber-lectio divina.

d. Bisa membaca buku riwayat hidup santo-santa, merenungkannya dan berdoa bersama mereka.

e. Bisa berdoa Rosario bersama Bunda Maria sambil terus menyadari kehadiran Yesus sendiri.

f. Bisa melakukan meditasi hening seperti doa Yesus (Kis.2:21).

g. Bisa hanya diam dan memandang Yesus yang ada dalam rupa Sakramen Mahakudus, seperti memandang kekasih atau sahabat kita sendiri.

Ilustrasi – Berdoa
  • Melambungkan Doa Permohonan disertai ujud-ujud pribadi dan penutup

Bila memungkinkan, berdoalah bagi kepentingan banyak orang, Gereja, dunia, dan juga diri dan keluarga kita.

Tutuplah doa dengan syukur (1 Tes 5:18) serta mohon perlindungan untuk waktu dan kegiatan mendatang (Maz.23:1-6), serta akhiri dengan doa Bapa Kami.

  • Hormat kepada Sakramen Mahakudus

Sebelum pulang, maka hormatlah kembali kepada Sakramen Mahakudus.

Banyak orang beranggapan bahwa doa adorasi hanya untuk orang-orang dan kalangan tertentu. Padahal doa adorasi ini merupakan doa pribadi bagi siapa saja, bahkan bagi para pendosa sekalipun, untuk menimba kekuatan dan memohon rahmat pertobatan dari Yesus sendiri (Mat.9:13).

Doa Adorasi juga kekuatan bagi setiap orang yang hidup dalam pelayanan agar mampu menjalankan tugasnya seperti Yesus sendiri (Yoh.20:21 dan Mat.28:19-20).

Demikianlah semoga tulisan ini dapat membantu kita untuk kembali beradorasi secara pribadi di kapel atau ruang adorasi yang ada di kota kita masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here