Home BERITA Puncta 05.02.20: Luar Negeri Minded

Puncta 05.02.20: Luar Negeri Minded

0
Ilustrasi: Ist

PW St. Agata, Perawan dan Martir; Markus 6:1-6

PERNAH suatu kali saya ditanya oleh seorang bapak Ketua Lingkungan, “Apakah romo pernah belajar di Luar Negeri?”

Saya paham di balik pertanyaan itu tersirat sebuah kebanggaan – kalau tidak mau dibilang kesombongan – bahwa yang berasal dari luar itu hebat. Sedangkan yang dari dalam negeri atau kampung sendiri itu tidak ada apa-apanya.

Orang lebih bangga dengan tas merk Burgos, Guess, Chanel, Louis Vuitton, Hermes, Zara, Salvatore Ferragamo daripada buatan Manding Bantul, Cibaduyut, Tanggulangin atau Pasar Klewer.

Orang baru merasa berkelas kalau masuk di Starbuck daripada warung kopi kampung.

Mungkin karena kita terlalu lama dijajah. Membuat kita menjadi “asing minded” dan minder dengan diri sendiri. Tidak bisa menghargai diri sendiri. Iklan Maspion itu mengimbau kita, “Cintailah produk-produk Indonesia.”

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus ditolak oleh orang-orang di tempat asalNya, Nazareth. Ketika mereka tahu Yesus datang dari mana, siapa kaum kerabatnya, golongan macam apa kerabatnya, mereka menolakNya dan tidak percaya.

Mereka kecewa karena melihat status keluarganya hanya tukang kayu. Mereka mencibir asal muasal Yesus dari status sosial macam apa.

Mereka merendahkan Yesus karena berasal dari kampung.

Maka Yesus berkata, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, diantara kaum kerabatnya dan di rumahnya.”

Karena ketidakpercayaan mereka, Yesus tidak banyak membuat mukjizat di Nasareth. Kepercayaan kita sangat dangkal karena hanya melihat yang permukaan atau penampilan luar saja. Sehingga kita tidak mampu karya-karya besar Allah.

Pandangan kita terlalu pendek dan tidak mampu melihat apa di balik yang permukaan tadi. Yang kita lihat hanya hal-hal sepele, hiasan-hiasan luar tanpa melihat sisi terdalam. Siapakah Yesus itu sesungguhnya.

Kita hanya bisa “gumun” terkagum namun tidak sampai menjadi percaya.

Itulah yang membuat karya Allah terhambat pada kita.Jangan kita mudah terjebak pada kulit luarnya saja.

Mari kita masuk ke tempat yang dalam, dan menjadi percaya.

Menari dan menyanyi diiringi gitar
Lagunya indah sangat menawan
Iman itu bukan soal penampilan luar
Namun mengenal lebih dalam siapa Tuhan

Cawas, menyambut hari dengan ceria

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version