Salah Pilih Fatal Akibatnya

0
Ilustrasi: Ambil pilihan terbaik. (Ist)

Puncta 13.02.24
Selasa Biasa VI
Markus 8: 14-21

SEBELUM Perang Baratayuda pecah, Kresna jadi rebutan antara Kurawa dan Pandawa. Maka Kresna menyuruh mereka untuk memilih. Pandawa dan Kurawa dihadapkan pada sebuah pilihan oleh Raja Dwarawati, Sang Prabu Kresna, Puntadewa dan Duryudana harus menentukan pilihannya.

Mereka diminta memilih salah satu dari dua pilihan yaitu Prabu Kresna pribadi atau Seribu Raja bawahan Dwarawati dengan ribuan prajuritnya.

Duryudana mewakili pihak Kurawa memilih dengan yakin Seribu Raja dengan para prajuritnya. Dia beranggapan dengan bantuan ribuan raja jajahan dan para prajuritnya, Kurawa pasti bisa mengalahkan Pandawa.

Beda pikiran Puntadewa. Dia lebih memilih Prabu Kresna. Walaupun hanya seorang Kresna, tetapi dia adalah raja bijaksana titisan Dewa Wisnu, Sang Pemelihara Kehidupan. Kresna akan menuntun dan mengayomi Pandawa menuju kemenangan.

Duryudana melihat kwantitas, jumlah raja dan prajurit yang banyak. Puntadewa memilih kualitas, rekam jejak dan integritas pribadi Kresna.

Apa gunanya kuantitas kalau tidak ada visi dan misi yang mampu menuntun kepada kemenangan dan keselamatan?

Para murid Yesus diingatkan agar waspada terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes. Bukan soal roti yang tidak mereka persiapkan, tetapi soal kemunafikan dan niat jahat yang mereka tanamkan.

Kita kadang seperti para murid hanya menilai dari apa yang kelihatan di permukaan. Ragi kaum Farisi adalah kemunafikan. Ragi Herodes adalah gila kekuasaan.

Jika kemunafikan dan nafsu kuasa bergabung maka kerusakan dan kehancuranlah yang akan terjadi. Maka waspadalah.

Yesus tegas mengkritik kita semua yang akan memilih pemimpin. “Belum jugakah kalian memahami dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat? Kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar? Masihkah kalian belum mengerti?” kata Yesus mengingatkan kita.

Marilah kita dengan hati jernih dan bijaksana seperti Puntadewa. Dia bisa menilai kualitas pribadi seseorang, rekam jejak dan integritasnya dalam membela nusa dan bangsanya.

Jangan salah memilih seperti Duryudana. Kesalahan memilih akan fatal nasibnya di kemudian hari. Kurawa hancur karena pemimpinnya salah mengambil keputusan.

Jangan mudah diperdaya oleh ragi kaum Farisi dan ragi Herodes.

Puntadewa memilih Raja Kresna,
Raja bijak mengayomi rakyat jelata.
Kita pilih pemimpin yang bijaksana,
Tidak munafik dan haus harta kuasa

Cawas, jangan golput ya
Rm. A.Joko Purwanto, Pr

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version