Sarapan Itu Baik, tapi Itu Kata Siapa? Aktivitas Cerdas bagi Para Murid

51
1,540 views
Ilustrasi - Makan bersama (ist)

BELAJAR berdasarkan apa yang dilihat dan alami dapat membuat para murid bertumbuh menjadi cerdas.

John Dewey (1916) mengatakan,” … the result of any natural process brought to consciousness and made a factor in determining present observation and choice of ways of acting. It signifies that an activity has become intelligent.

Dewey dalam kalimat tersebut mau mengatakan bahwa aktivitas cerdas merupakan proses alami yang dibawa ke kesadaran, kemudian dijadikan faktor dalam menentukan pengamatan dan pilihan cara bertindak.

Suatu aktivitas dinilai penting atau tidak, memuat pengandaian adanya perangkat analisis yang diperlukan.

Pertanyaan mendasar, yaitu bagaimana membuat analisis yang baik dalam memaknai peristiwa yang dijumpai?

Analisis perlu dirancang melalui aktivitas cerdas oleh guru pendamping, mulai dari latihan merumuskan masalah, menggunakan metode ilmiah, membuat kajian terstruktur, hingga menyimpulkan hasil penelitian yang dibuat sesuai jenjang pendidikan para murid.

Menikmati sarapan

Sebagai contoh, sejak kecil, Joni jika berangkat ke sekolah, sudah disiapkan sarapan pagi oleh orangtua. Sarapan pagi bagi Joni merupakan bagian dari rutinitas keseharian.

Joni menikmati sarapan, merasa senang saja, dan tidak perlu bertanya kepada orangtua seberapa penting sarapan bagi seorang anak seperti dirinya.

Waktu terus berlalu, sampai ketika Joni duduk di bangku kelas lima di SD, wali kelas bertanya ke seluruh murid, “Apakah sarapan pagi itu penting atau tidak? Silakan dijawab dengan argumen yang kuat.”

Wali kelas, kemudian mengajak para murid ke perpustakaan sekolah untuk mencari referensi pentingnya sarapan. Selanjutnya mereka membentuk kelompok, lalu masing-masing berbagi tugas, menanyakan ke orang-orang sekitar terkait esensi dari sarapan pagi.

Murid-murid juga secara bergantian selama dua minggu melakukan experiential learning untuk membedakan rasa perasaan, dan fisik jika hari ini sarapan, dan besok tidak, lusa sarapan dan hari selanjutnya tidak.

Ilustrasi – Sarapan bersama. (Ist)

Setelah data terkumpul, mereka dibantu guru menganalisis temuan di lapangan, dan teori yang dimiliki. Hasil analisis mereka diskusikan dan dalami ulang sampai -dari sisi kelayakan- dapat disimpulkan.

Kesimpulan berisikan argumen yang memadai untuk menjawab apakah sarapan pagi itu penting atau tidak.

Dalam diskusi kelompok, mereka dilatih untuk berkomunikasi secara sehat dan wajar supaya tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menimbulkan debat kusir.

Komunikasi sejajar

Jürgen Habermas, dalam analisisnya menguraikan pentingnya understanding dalam berkomunikasi. Para murid diajak berkomunikasi dalam korelasi sejajar, melalui banyak arah sudut pandang. Ini agar supaya objektivitas hasil diskusi dapat diupayakan bersama.

Model komunikasi sejajar berdasarkan pemahaman bersama membentuk keakraban warga kelas dalam berkomunikasi, tidak ada yang mendominasi, dan merasa diri paling pintar dalam berdiskusi.

Model komunikasi yang demikian memungkinkan terjadi dialog yang konstruktif dalam pengembangan diri mereka.

Dalam mengembangkan aktivitas cerdas, kompetensi pendidik dibutuhkan dalam mengajak, memotivasi, dan memfasilitasi para murid untuk berpikir lebih jauh terkait apa yang mereka alami.

Ilustrasi – Berpikir secara kritis. (Creativity)

Berpikir rasional

Mereka di masing-masing kelas perlu merangsang para murid bertumbuh secara intelektual dalam berpikir rasional terhadap pemaknaan aneka pengalaman yang dialami. Pemaknaan rasional yang mendalam dibuat dalam bentuk refleksi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam berpikir rasional, murid dapat berpikir kritis terhadap peristiwa yang dialami. Berpikir kritis dalam analisis Robert Ennis (dalam, 2022) dapat dimaknai sebagai pemikiran logis dan reflektif, dan berfokus pada putusan apa yang dipercaya atau dilakukan.

Peran penting guru

Dalam berpikir rasional, mengandaikan adanya penalaran yang baik dan terlatih dari para murid. Pada posisi ini, peran guru sebagai pendidik sangat penting. Guru secara berencana, bertahap dan berkesinambungan perlu membimbing para murid dalam diskusi-diskusi yang menarik.

Aktivitas menarik membuat para murid berhasrat kuat dalam mengeksplorasi apa saja yang mau mereka ketahui untuk di dalami lebih lanjut. Perlu ada tema-tema pendalaman dari modul ajar yang diberikan, misalnya setelah bahan ajar tertentu diberikan ada diskusi pendalaman yang difasilitasi guru.

Dengan demikian, mereka tidak hanya mendapatkan materi pelajaran, tetapi juga dapat mengalami apa yang diajarkan, mendiskusikan, dan menarik kesimpulan terbaik yang dapat berguna bagi kehidupan mereka. 

Ilustrasi; Guru.

Memperbanyak experiential learning

Dalam lingkungan sekolah, aktivitas cerdas formatif dalam bentuk experiential learning perlu diperbanyak. Keterlibatan langsung para murid dalam belajar memungkinkan mereka bertumbuh secara optimal.

Benyamin Franklin (1706-1790) pernah mengatakan, “Tell me and I forget, teach me and I may remember, involve me and I learn.” Katakan padaku dan aku lupa, ajari aku dan aku mungkin ingat, libatkan aku dan aku belajar.

Dalam pembelajaran experiential para murid sungguh dilibatkan secara aktif agar para murid bersama guru dapat bertumbuh secara integral dalam kazanah intelektual psiko-motorik dan afektif mereka.

Dengan demikian sekolah sungguh-sungguh menjadi medan formatif bagi segenap anggota komunitas sekolah untuk tumbuh bersama sebagai peserta didik, dan pendidik.

Sebagai catatan akhir, penulis menyimpulkan bahwa para murid perlu didampingi, dalam mempertanyakan dan menjawab apa saja yang mereka jumpai dalam keseharian hidup mereka.

Sarapan pagi dinyatakan penting atau tidak setelah dilakukan proses aktivitas cerdas berupa penelitian sederhana para murid.

Aktivitas cerdas merupakan latihan kesadaran untuk berpikir rasional integral dengan memperhatikan dimensi psiko-motorik, dan afektif.

Latihan berpikir yang demikian jika terus dilakukan secara berjenjang di lingkungan pendidikan dapat menghasilkan anak-anak bangsa yang unggul, berkarakter mulia, dan bertanggung jawab atas apa yang mereka katakan maupun lakukan.

51 COMMENTS

  1. Ayo bersekolah di Perkumpulan Strada ,karena Perkumpulan Strada Guru Karyawan nya siap mendampingi ,membimbing dan mengarahkan sehingga siswa siswi menjadi Unggul, Berkarakter ,memiliki jiwa Cinta tanah air dan jiwa melayani kepada sesama. salam AMDG

  2. peran guru sangat signifikan karena melalui mereka para murid dapat belajar untuk terlibat langsung dengan lingkungan. guru harus selalu meng-upgrade diri, mengingat saat ini teknologi sudah sangat dikuasai para gen Alpha. ada baiknya dilakukan pelatihan berkala untuk para guru agar kemampuan mereka semakin ditingkatkan dan dapat membantu mengembangkan kemampuan peserta didik.

    sistem pendidikan juga perlu semakin terbuka dengan cara memberikan ilmu yang faktual dan yang dialami oleh para murid sehari-hari, bukan hanya teori tapi juga mulai melaksanakan praktik agar para murid sungguh terlibat dalam belajar.

  3. Sarapan itu adalah hal penting yang harus dilakukan setiap orang pada pagi hari, itu wajib dilakukan pada pagi hari

    • Ayo bersekolah di Perkumpulan Strada, karena melalui mereka para murid dapat belajar untuk terlibat langsung dengan lingkungan maupun meningkatkan kepercayaan diri dan semangat dlm belajar maupun apapun ituu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here