- Bacaan 1: Yeh 34:1-11
- Injil: Mat 20:1-16a
“Kuli” adalah istilah yang digunakan untuk menyebut mereka yang bekerja mengandalkan kekuatan fisik saat melakukan pekerjaan berat, seperti mengangkut barang, membongkar muatan kapal, atau bekerja di proyek bangunan.
Tanpa bermaksud untuk merendahkan profesi kuli, “mental kuli” merupakan istilah sosiologis dan psikologis untuk menggambarkan pola pikir pekerja yang pasif dan hanya menunggu instruksi.
Cara berpikirnya khas, menunjuk pada “mentalitas transaksional”.
Cara berpikir inilah yang tampak pada pekerja yang mulai bekerja sejak pagi-pagi. Dalam pikirannya:
“Saya sudah bekerja sejak pagi, berkorban lebih banyak, maka saya harus mendapat lebih banyak daripada yang belakang datang.”
Pola pikir yang sebenarnya tidak salah tentang upah. Namun menjadi salah ketika ia mulai membandingkan rahmat yang diterimanya dengan rahmat yang diterima pekerja lain. Seolah tidak ada rasa syukur atas rahmat yang telah diterimanya.
- Pekerja pertama, sejak subuh sudah punya kepastian pekerjaan dan upah yang akan diterimanya, yaitu satu Dinar. Dengan uang itu, ia dan keluarganya bisa makan.
- Pekerja terakhir, stress sepanjang hari (terpikir sekeluarga tidak akan makan hari itu) karena baru mendapatkan kepastian upah setelah jam lima sore.
Sebenarnya, penekanan permenungan perikop Matius ada pada tuan pemilik pekerjaan yang murah hati. “Tokoh” untuk menggambarkan kemurahan hati Allah Bapa yang juga adil (tidak mengurangi hak). Ia terus mencari pekerja-pekerja untuk dipekerjakan di kebunnya, sehingga mereka mendapatkan upah untuk hidup hari itu.
Berbeda dengan para pemimpin Israel yang digambarkan gagal sebagai “gembala” bagi umat-Nya. Tidak menyejahterakan dan melindungi rakyatnya namun malah diposisikan sebagai “sapi perahan”.
Allah berfirman:
“Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?
- Kamu menikmati susunya,
- dari bulunya kamu buat pakaian,
- yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan.
- Yang lemah tidak kamu kuatkan,
- yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut,
- yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari,
melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman.”
Pesan hari ini
Hubungan dengan Allah bukan bersifat transaksional namun hubungan kasih.
Pelayanan jangan dimanfaatkan sebagai investasi yang kemudian menagih Allah. Namun sebagai ungkapan syukur karena telah menerima rahmat terlebih dahulu.
“Bahagia itu sederhana, sesederhana bersyukur atas apa yang kita miliki hari ini.”


