Home BERITA Tuhan Yesus, Selalu Ada Saatku Tak Berdaya

Tuhan Yesus, Selalu Ada Saatku Tak Berdaya

0
Ilustrasi: Yesus dan para sahabatnya. (Ist)

Bacaan 1: Bil 11:4b – 15
Injil: Mat 14:13 – 21

HIDUP terasa hambar, saat kita tidak punya seorang sahabat. Hubungan persahabatan memang sulit didapatkan, tapi pasti ada.

Sahabat selalu ada bersamamu, apa pun situasimu.

Saat sedang sedih atau terpuruk, ia tidak menghilang.

Tetapi ia ada bersamamu, menjagamu, memberi kekuatan, untuk kembali bangkit dari keterpurukan. I

a selalu membuatmu tersenyum.

Sahabat tahu ketika kamu bersedih, terluka dan sedang dalam masalah.

Gagasan Injil Matius adalah gagasan tentang Imanuel: kehadiran Tuhan.

Matius ingin menekankan bahwa dalam kesulitan yang kita hadapi Tuhan hadir memberi kekuatan.

Ia hadir sebagai seorang “Sahabat Sejati” yang tidak pernah meninggalkanmu di saat sedang tak berdaya.

Yesus sebenarnya ingin menghindari Raja Herodes dan mencari tempat yang sunyi.

Namun ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Mereka tetap saja mengikuti-Nya, kelelahan, kelaparan dan menimbulkan belas kasihan Tuhan Yesus.

Sebagai Sahabat, Yesus tidak tega melihat situasi tersebut.

Dengan memohon doa kepada Bapa-Nya, Ia membuat mukjizat memberi makan lima ribu orang dari lima roti dua ikan yang dimiliki para murid.

Yesus memberi bukti kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya. Di saat umat-Nya sedang tidak berdaya, Ia tidak meninggalkan mereka.

Musa merasa putus asa saat bangsanya bersungut-sungut dan meminta daging karena bosan dengan roti Manna.

Ia yang sejak awal pengutusan memang merasa tidak mampu, semakin tertekan dengan situasi ini.

“Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu… Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.”

Tuhan memang murka karena bangsa itu menyalahkan-Nya atas kondisi keterbatasan makanan di gurun.

Namun Dia juga mendengarkan mereka serta keluhan Musa.

Pada kisah di ayat-ayat lanjutan, kita akan melihat Tuhan hadir sebagai “Sahabat Sejati” bangsa Israel dibawah kepemimpinan Musa. Dia menjawab kesulitan-kesulitan mereka.

Pesan hari ini

Tidak semua orang bisa menjadi sahabat. Namun Tuhan Yesus selalu hadir sebagai “Sahabat Sejati” hidup kita di dunia. Dia akan memberi kekuatan di saat kita sedang tidak berdaya.

“Teman yang datang saat dia butuh adalah biasa, namun teman yang datang saat aku membutuhkan pertolongan adalah sahabatku. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version