Dubes RI untuk Vatikan Agus Sriyono: Doa Banyak untuk Indonesia

0
552 views
Dubes RI untuk Tahta Suci (Vatikan) HE Antonius Agus Sriyono (tengah berkacamata dan berjas) bersama isteri Ny. Astuti Retno Widiati (tengah berkacamata, gaun motif warna coklat) dan Romo Yustinus Dwi Karyanto Pr (tengah berkacamata) , berfoto bersama dengan rombongan peziarah. (Ist)

INI ajakan spiritual yang dilantukan oleh Bapak Antonius Agus Sriyono, Duta Besar RI untuk Tahta Suci. Yakni, panjatkanlah doa yang  banyak untuk bangsa dan negara: Indonesia. Intensinya agar suasana damai  tetap berlangsung di Indonesia dan tidak ada perpecahan antar elemen bangsa di Tanahair. Berdoa pula yang tiada henti untuk para pemimpin negara dan bangsa agar dapat menyelesaikan masalah di dalam negeri dengan bijaksana agar bangsa Indonesia tetap utuh dan NKRI tidak terpecah-pecah.

Dubes RI untuk Tahta Suci (Vatikan) menyampaikan harapan itu kepada rombongan peziarah dari Indonesia yang bertemu dengan dia di depan Gereja Maria Maggiore di Roma. Saat menyampaikan harapan ini, Dubes RI untuk Vatikan Antonius Agus Sriyono didampingi isteri Astuti Retno Widiati.

“Tidak ada harapan lain yang saya sampaikan kepada bapak-bapak danibu-ibu selain memohon berdoa yang banyak dan tiada terputus bagi negara kita Indonesia dan para pemimpinnya. Kita berharap Indonesia sebagai bangsa tetap utuh dan tidak terpecah-pecah. Semoga Tuhan mendengar doa kita semua,” ujar Agus Sriyono yang resmi memegang posnya sebagai Dubes RI untuk Vatikan sejak Februari 2016 lalu.

Selain mengucapkan atas  pertemuan tersebut, Dubes  Agus Sriyono juga berharap semua anggota rombongan tidak menemui halangan dan juga dalam  keadaan sehat selama dalam peziarahan ke Eropa. Cuaca dingin yang  tidak bersahabat bagi orangIndonesia dapat memicu turunnya daya tahantubuh yang tentu akan berakibat pada terganggunya perjalanan ziarah.

Dubes Agus Sriyono dan isteri dengan sabar memenuhi permintaan para peziarah yang ingin berfoto serta mengabadikan pertemuan tersebut. Rombongan peziarah dari berbagai kota di Indonesia ini mengawali perjalanan ziarahnya selama 12 haridengan mengunjungi Basilika St. Petrus  Vatikan. Di situ mereka mengikuti misa penutupan Pintu Suci (Porta Sancta) Basilika St. Petrus oleh Paus Fransiskus pada Minggu (20/11).

Penutupan Pintu Suci itu juga menandai selesainya Tahun Kerahiman Illahi yang dimulai tahun lalu. Perjalanan ziarah akan menuju beberapa tempat termasuk Lourdes, Notre Dame di Paris dan akan berakhir di Fatima, Portugal.

Romo Indro Pandego Pr dari Keuskupan Tanjung Karang, Lampung yang saat ini menjalani studi di Roma mengutip pesan utama Paus Fransiskus dalam misa penutupan Pintu Suci.

Paus Fransiskus berpesan, “Kerahiman Tuhan mengajak kita untuk kembali kepada inti iman. Kristus setia sampai pada akhir kasih di Salib dan itulah yang menghadirkan kerahimanNya. Bersyukurlah untuk itu dan mari kita ingat bahwa kita semua telah dimasukkan dan dinaungi dengan semangat KerahimanNya agar menjadi tanda – sarana sejati Kerahiman dan melanjutkan perjalanan ini bersama-sama.”

Paus Fransiskus menyampaikan pesan itu dalam kotbah kepada ratusan ribu para peziarah dari pelbagai penjuru dunia yang hadir dan memadati lapangan Basilika St. Petrus, Vatikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here