Gereja Katolik Kamboja di Markas Khmer Merah

0
1,524 views

DULU Pailin terkenal sebagai markas Khmer Merah, gerombolan pemberontak beraliran komunis. Pailin mulai terbuka setelah pemipin Khmer Merah, Ieng Sary, menyerah ke pemerintah Kamboja pada tahun 1996. Pailin terkenal sebagai penghasil batu rugby. Konon Khmer Merah berdagang batu berharga ini untuk membeli senjata.

Baru-baru ini Gereja Katolik “Hati Kudus” di Pailin, Kamboja, diresmikan oleh prefektur apostolic Battambang, Kamboja Utara, Mgr. Enrique Figaredo Alvargonzales, SJ.  Pailin terletak 20 Km dari perbatasan dengan Thailand dan termasuk daerah yang paling banyak tertanam ranjau darat sampai saat ini.

Sebagai kota di dekat perbatasan Thailan, Pailin sangat menjanjikan untuk perkembangan di masa depan. Namun karena secara politis dan ekonomi terisolasi bertahun-tahun, prasarana umum seperti jalan dan rumah sakit belum berfungsi baik.

Paroki Pailin dimulai pada tahun 2003 dengan kehadiran beberapa keluarga Katolik Battambang yang datang ke sana untuk bekerja dan berbisnis. Mulai 1 Januari 2009, Romo Jose Hildy Banaynal, SJ, atau yang lebih dikenal dengan Romo Totet, ditugaskan untuk mengelola paroki ini.

Sekitar 1,000 umat dari paroki Kompong Thom, Siem Reap, Kompong Chhnang, Pursat, Battambang, Svay Sisophon dan Poipet menyaksikan peristiwa bersejarah ini. Romo Paroki Pailin, Jose Hildy Banaynal, SJ, atau yang lebih dikenal dengan Romo Totet, mengungkapkan kecantikan Gereja dengan gaya Khmer ini.

Mispan Indarjo, pernah bekerja sebagai sukarelawan di Battambang, Kamboja Utara (1995 – 1997)

Photo credit: http://thecambodiary.tumblr.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here