Hari Anak Misioner Sedunia, Romo Agung SX Jadi Misionaris di Chad

0
769 views
Romo FX Sadono Agung Widodo SX jadi misionaris di Chad, Afrika Tengah. (FX Juli Pramana)

HARI Sabtu, 6 Januari 2024, Lingkungan Santo Markus, Wilayah Santo Andreas, Gereja Santo Paulus Paroki Kleco mengadakan Perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Acara dikemas dalam bentuk ibadat. Hadir memberi renungan Romo FX Sadono Agung Widodo SX, biasa dipanggil Romo Agung. Ia imam misionaris Serikat Xaverian (SX). Perayaan diikuti 133  orang; terdiri dari orangtua, OMK dan anak-anak.

Menurut Ketua Lingkungan Demitrius Agus Arifianto, perayaan Natal sengaja diselenggarakan dengan format lain. Tidak seperti biasanya. Karena umat diajak untuk mendengarkan dan menghayati pewartaan sabda. Yang menjadi pengalaman sukacita, bercermin dari pengalaman seorang imam misionaris yang bertugas di luar negeri.

Berbagi pengalaman

Romo Fransiskus Xaverius Sadono Agung Widodo SX lahir di Klaseman, Tonggalan, Klaten. Ia warga Gereja Maria Assumpta Paroki Klaten. Ditahbiskan 9 Agustus 2009 lalu. Romo Sadono merupakan imam misionaris Xaverian di Republik Chad, Afrika Tengah. Sejak 16 Agustus 2013, ia mengabdikan hidupnya untuk umat Paroki Santa Maria Magdalena Tagal dan Santo Agustinus Djodo-Gassa. 

Ia melayani umat di daerah yang tergolong miskin. Umat tinggal di rumah dengan konstruksi bangunan tradisional yang terbuat dari kayu dan ilalang sebagai atap dan dindingnya. Bangunan gereja terbuat dari batu bata dengan konstruksi sederhana. Pondasi dan dinding menggunakan struktur sederhana dengan atap dari ilalang.

Belum ada listrik

Sampai hari ini, listrik belum ada di kota kecamatan Djodo-Gassa. Akses air bersih belum memadai. Penduduk masih minum air dari sumur terbuka dan bukannya sumur bor. Apalagi air bersih dari perusahaan milik negara untuk air minum.

Di musim hujan, jalan-jalan berubah menjadi genangan air. Kubangan lumpur mempersulit perjalanan. Jalan belum beraspal atau jalan belum ada pengerasan. Rata-rata suhu udara berkisar 42 derajat. Malam hari pun terasa panas.

Mata pencaharian umat kebanyakan bercocok tanam. Tanaman yang di tanam adalah tanaman palawija. Tanaman pokok yang ditanam adalah sorgum (cantel).

Kondisi ini sangat memprihatinkan. Karena jika musim tanam gagal penduduk akan mengalami kelaparan. Jika musim panen harga sorgum per dua kilogram sekitar lima ribu rupiah. Pada saat musim tanam harga sorgum melonjak menjadi empat kali lipat. Sorgum adalah makanan utama yang biasa dimasak seperti bubur.

Mendengarkan kisah Romo FX Sadono Agung Widodo SX menjadi imam misionaris di Chad, Afrika Tengah. (FX Juli Pramana)

Katekumen babtis empat tahun

Umat dalam satu lingkungan berjumlah sekitar 30 orang. Katekumen membutuhkan waktu empat tahun untuk menjadi Katolik. Karya misi  para Misionaris Xaverian bagi perkembangan Gereja Lokal Keuskupan Pala di Chad dimulai sejak tahun 1999-2000.

Karya misioner dimaksudkan untuk ikut mengambil bagian dalam misi Gereja mewartakan Injil ke seluruh dunia; menjadikan semua bangsa murid Tuhan.

“Perayaan Natal dan Kabar Sukacita yang dihayati oleh umat di Lingkungan Santo Markus di sini juga menjadi kerinduan untuk dirayakan di lingkungan tempat saya berkarya di Chad, Afrika Tengah. Meskipun mereka masih selalu berkekurangan, tetapi mereka ingin menyatakan Kemuliaan Tuhan.

“Lewat cara sederhana. Dengan berkumpul  dan membawa makanan secara bersama. Disantap bersama serta menyanyikan pujian dengan bernyanyi dan menari,” kata Romo FX Sadono Agung Widodo SX.

Bagi Romo Sadono, saat menghadapi kesulitan karena situasi, maka dia senantiasa meneguhkan diri. Inilah cara Tuhan yang perlu dijalani sebagai utusan membawa damai sukacita Injil.

Lingkungan Santo Markus, Wilayah Santo Andreas, Gereja Santo Paulus Paroki Kleco di Solo gelar perayaan Natal 2023 bersama Romo FX Sadono Agung Widodo SX, imam misionaris Xaverian di Chad, Afrika Tengah. (FX Juli Pramana)

Pesan untuk anak-anak

Setelah perayaan Natal selesai, Sesawi.Net meminta Romo Sadono berfoto bersama anak-anak. Juga minta pesan bagi anak-anak yang merayakan Perayaan Hari Anak Misioner Sedunia, Minggu 7 Januari 2024. Tema perayaan Hari Anak Misioner Sedunia adalah “Anak Misioner, Jadilah Pembawa Damai.”

Berikut ini pesan Romo Sadono untuk anak-anak.

“Pada perayaan Hari Anak Misioner tahun ini, semoga anak-anak semakin berani menghayati iman kristiani; menjadi anak-anak Katolik yang bangga dengan imannya. Seperti lagu bina iman Bangga Menjadi Anak Katolik. Selain itu, semoga anak-anak mau menyediakan diri oleh sentuhan rahmat Tuhan  untuk siap diutus menjadi suster, bruder, imam atau awam misionaris.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here