Home BERITA Hati Seorang Anak Kecil

Hati Seorang Anak Kecil

0
Ilustrasi: Mengajari anak berdoa sejak kecil adalah tugas mulia setiap orangtua Katolik dalam keluarga. (FX Juli Pramana)

Puncta 09.08.22
Selasa Biasa XIX
Matius 18:1-5.10.12-14

WAKTU bertugas di Paroki Nanga Tayap, saya dekat dengan Keluarga Pak Herman. Mereka mempunyai dua anak masih kecil, duduk di Sekolah Dasar. Yang laki namanya Felix dan adiknya bernama Kalista.

Kami sering bepergian bersama dengan mereka memakai mobil. Kadang ke Pontianak atau turun ke Ketapang. Felix selalu duduk di sebelah saya yang pegang stir mobil. Pada awalnya, ia sering mabuk atau pusing kalau naik mobil.

Saya memberitahunya kalau naik mobil jangan mikir mabuk, tetapi selalu memikirkan hal-hal yang menyenangkan. Misalnya, mau ketemu engkong, atau mau ke Megamall atau mau makan yang enak-enak.

Felix selalu mengingat dengan baik. Ia mengingatkan saya kalau sudah jam 12.00 untuk berdoa Malaikat Tuhan. “Romo sudah jam dua belas, ayo kita berdoa dulu.”

Ia seperti malaikat yang mengingatkan untuk tidak lupa berdoa.

Kami membuat tanda salib dan dia mulai mendaraskan doa Angelus. Setiap kali kami bepergian selalu dia yang akan mengingatkan untuk berdoa agar diberikan keselamatan sampai tujuan. Hati anak kecil itu polos dan jujur. Kita boleh belajar dari hati anak-anak yang murni suci hatinya.

Dalam Injil Yesus mengingatkan kita, “Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak-anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.”

Anak kecil menggambarkan kemurnian, kesucian dan ketulusan. Anak-anak kecil seperti sebuah kertas putih kosong yang belum ada noda-nodanya. Ia masih suci dan polos bersih. Maka Yesus menempatkan mereka sebagai penghuni Kerajaan Surga.

Jangan pernah menganggap remeh anak-anak, karena di dalam hati mereka dibimbing oleh malaikat-malaikatnya.

Setiap anak membawa malaikatnya sendiri. Pandangan mereka lebih jernih daripada kita orang-orang dewasa. Maka kadang mereka lebih peka dan jernih melihat dunia sekitarnya.

Ada juga anak-anak dengan hati yang jernih dan bening mampu melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh orang biasa.

Kemurnian dan kesucian hati merekalah yang menyebabkan mereka mampu melihat hal-hal baik dalam kehidupan.

Marilah kita belajar dari kejernihan dan kemurnian hati anak-anak kecil. Kita berkaca pada mereka karena merekalah yang mempunyai tempat indah dalam Kerajaan Surga.

Di Semarang pasti beli loenpia
Dimakan bersama di simpang lima
Anak kecil murni suci hatinya
Merekalah yang berada di sorga

Semarang, seperti anak-anak kecil…

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version