Jalan Kerendahan Hati bagi Mesias

0
313 views

Minggu 10 Desember 2023.

  • Yes. 40:1-5,9-11.
  • Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14.
  • 2Ptr. 3:8-14.
  • Mrk. 1:1-8.

KERENDAHAN hati atau sikap rendah hati sebagai suatu sikap yang menyadari keterbatasan kemampuan diri dan ketidakmampuan diri sendiri serta tidak menjadi sombong. Sikap rendah hati juga dapat dipahami sebagai sikap yang jujur, sopan, dan mempunyai pandangan yang realistis.

Kerendahan hati yang sejati bukanlah merendahkan diri sendiri, melainkan tidak memusatkan perhatian pada diri.

Bila posisi kita di bawah, dan berhadapan dengan pimpinan, rasanya cukup mudah bagi kita untuk menunduk dan mengalah, berlaku sopan dan merendahkan hati dihadapannya.

Namun menjadi tantangan yang tidak mudah, jika kita ada dalam posisi di atas dan harus mengalah dengan bawahan kita. Padahal justru di situlah letak keutamaan hidup kita ketika kita bisa mengalah dan merendahkan hati pada mereka yang di bawah kita.

“Tidak sampai hati jika saya harus melihat Bu Guru yang aktif dan sangat senang bahkan bahagia mengjar di kelas tiba-tiba mengajar lagi,” kata seorang murid. “Guru kami itu, sangat baik dan banyak berkorban bagi kami,” sambungnya

“Dia rela melakukan apa saja untuk membantu kami supaya bisa memahami pelajaran dengan baik,” tuturnya. “Beliau sangat disiplin namun lembut hingga kami segan dan menaruh hormat padanya,” lanjutnya.

“Kami semua kaget ketika dia tidak lagi mengajar kami,”Dia akan kosentrasi pada pembenahan administrasi kata guru pengganti suatu hari,” ujarnya. “Semua ini terjadi karena ketidakcocokan dengan pimpinan sekolah kami yang baru,” lanjutnya.

“Meski demikian ibu guru itu tidak menampilkan wajah marah dan dendam, beliau menerima dengan lapang hati,” sambungnya. “Ini bukan soal benar atau salah, menang atau kalah tetapi soal keberlangsungan proses belajar mengajar yang baik,” kata bu guru itu suatu ketika.

“Saya akan selalu mendukung sekolah ini, untuk sementara saya akan fokus pada pembenahan administrasi sekolah. Pengabdian itu bukan soal jabatan namun tentang karya dan pikiran yang baik bagi sesama,” sambungnya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian, Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”

Bagian luar dari Basilika Kelahiran Yesus di Bethlehem masih menyimpan tanda dari pintu gerbang purbakala, pintu masuk itu berukuran kecil hampir satu setengah meter tingginya.

Kerendahannya dimaksudkan untuk mencegah siapapun masuk dengan menunggangi kuda, atau khususnya pasukan perang yang membawa alat-alat perang. Dengan pintu itu akan menjadi perisai pertama dalam melindungi situs yang kudus ini.

Saat ini pintu masuk ini merupakan langkah pertama untuk melihat batin para peziarah yang datang ke tempat itu: “Kita harus membungkuk; secara spiritual kita harus melangkah masuk dengan menggunakan kaki, dalam rangka memasuki pintu masuk iman dan menjumpai Tuhan yang sangat jauh berbeda dari prasangka dan gambaran kita.”

Tuhan yang menampakkan diri-Nya di dalam kerendahan hati dari seorang bayi yang baru lahir. Dan siapa pun yang ingin berjumpa dengan-Nya harus merendahkan hati, melepaskan ego dan kesombongan duniawi maupun rohani.

Bagaimana dengan diriku? Apakah aku pribadi yang rendah hati dihadapan Tuhan dan sesama?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here