Kaul Kekal Internasional Tujuh Frater Vokasionis di Pianura, Napoli, Italia

0
279 views
Ketujuh Frater Vokasionis saat ritus Pengikraran Kaul Kekal.

TANGGAL 2 Agustus 2019 lalu sungguh merupakan hari yang amat spesial bagi segenap seluruh anggota Keluarga Besar Vokasionis (Pater, Suster, Bruder dan Awam) di seluruh dunia. Kespesialannya karena setiap tahun pada tanggal ini, para Vokasionis mengadakan pesta peringatan dari Beato Don Giustino Maria Russolillo.

Beliau adalah pendiri Kongregasi Vokasionis.

Beato Giustino, Pendiri (Societá Divine Vocazioni-SDV) Kongregasi Vokasionis.

Pada tanggal ini, di setiap negara di mana para Vokasionis berkarya diadakan berbagai macam event penting dari Kongregasi, misalnya pengikraran kaul pertama, kaul kekal, tahbisan diakon dan tahbisan imam.

Khusus untuk di rumah induk (Casa Madre), Vocationist Fathers yang terletak di kota kecil Pianuram Napoli, pesta peringatan Beato Giustino pada kali ini dirayakan bersamaan dengan pengikraran kaul kekal tujuh frater Vokasionis yang datang dari berbagai negara.

Di samping itu, sebelum tiba pada hari puncak, ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan oleh panitia guna memeriahkan hari peringatan dari Imam asal Pianura, Napoli ini.

Triduum

Sekadar diketahui bahwa kata triduum berasal dari bahasa Latin yang berarti tiga hari. Dalam Gereja Katolik, triduum adalah waktu khusus yang disediakan untuk “persiapan” dalam menyambut atau merayakan suatu perayaan tertentu. Tujuannya jelas yakni agar seseorang benar-benar mempersiapkan diri dengan baik untuk masuk dalam peristiwa yang akan dirayakan.

Lazimnya, triduum ini dilaksakan baik secara individu ataupun bersama-sama, misalnya dalam suatu komunitas atau masyarakat. Di setiap komunitas religius, menjelang pesta pendirinya selalu diadakan triduum. Begitu pun halnya dengan Vocazionario Deus Caritas Pianura, Napoli.

Kegiatan selama Triduum.

Menjelang pesta peringatan Beato Giustino, diadakan triduum yang berlangsung dari Selasa-Kamis, 30 Juli-1 Agustus 2019. Selama triduum ini, umat berkumpul dan mengadakan Doa Rosario bersama, mendaraskan litani dari Beato Giustino Russolillo dan Perayaan Ekaristi.

Hari pertama

Kegiatan dimulai pkl. 17.15. Diawali dengan Doa Rosario dan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi. Beberapa saat seusai perayaan, dilanjutkan dengan perlombaan seni suara yang dikoordinasi oleh anggota kelompok Teman-teman Pater Giustino (Amici di Don Giustino).

Rumah Induk (Casa Madre) Kongregasi Vokasionis di Pianura- Napoli-Italia.

Tentang perlombaan ini, panitia sudah menyebarluaskan informasi pada hari-hari sebelumnya, sehingga peserta kontes pun dapat memperiapkan diri dengan baik dan mencai lagu yang tepat.

The Voice of Pianura, demikian nama dari kegiatan ini.

Kurang lebih ada 20-an peserta yang hadir dan datang dari berbagai wilayah sekitar Pianura. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pater General Vokasionis, P. Antonio Rafael Do Nascimento SDV dan disaksikan oleh Ketua Umum Panitia Pesta Peringatan Don Giustino, P. Ciro Sarnataro SDV sekaligus Wakil General Vokasionis serta Ketua Pelaksana yakni Signore Giuseppe Leoneti.

Kegitan hari pertama berlangsung hingga jam 12. 00 malam dan ditutupi dengan Konser terbuka dari Astronaunti Band.

Hari kedua

Kegiatan selalu dimulai dengan jam yang sama dan selalu diawali dengan doa Rosario lalu dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi. Lalu, tepat pkl. 21. 00 dimulai dengan kabaret yakni pertunjukan hiburan berupa nyanyian, hiburan, teater, dll. Kegiatan ini lagi-lagi dikoordinasi oleh anggota kelompok “Teman-teman Pater Giustino”.

Kegitan hari kedua ditutupi dengan Lino D’Angió Show.

Pada hari ini, setelah Doa Rosario dan Perayaan Ekaristi diadakan prosesi patung Beato Don Giustino. Partisipasi umat sangat tinggi. Di sepanjang perarakan sejumlah banyak orang yang hadir mengikutinya mendaraskan doa bersama dan nyanyi bersama.

Perarakan berlangsung dengan meriah dan titik start-nya dari Rumah Induk Vocationist Fathers lalu melewati beberapa titik yang telah ditentukan dan kembali berakhir di Centro Don Giustino (di Rumah Induk). Beberapa saat kemudian dilanjutkan dengan pementasan teater.

Kaul kekal internasional

Kaul kekal internasional merupakan sebuah term teknis yang secara sederhana dipakai untuk menjelaskan bahwa ketujuh frater ini datang dari berbagai negara yang berbeda. Sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui bahwa para Frater yang mengikrarkan kaul kekal tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Josѐ Alejandro Maria del Monte Carmelo (Agudelo Deboya) SDV dari Amerika Latin (Kolombia) dan sedang melanjutkan masa formasi di Argentina.
  2. Juan Gabriel Maria del Cuore Immacolata di Maria (Duque Nińo) SDV dari Kolombia dan sedang menjalankan masa formasi di Kolombia.
  3. Arun Thomas Maria della Sacra Ostia d’Amore (Perukil) SDV dari India.
  4. Junryl Maria del Corpus Christi (Meking) SDV dari Filipina.
  5. Jerame Maria del Sacro Cuore (Elementario) SDV dari Filipina.
  6. Gabriel Onyekozuru Maria del Cuore Eucaristico di Gesú (Eneke) SDV dari Nigeria,
  7. Valentinus Maria della Sacra Famiglia (Robi) dari Indonesia dan sedang menjalankan studi dan masa formasi di Italia.  

Selain Fr. Valentinus yang sedang menjalankan studi di Napoli, keenam lainnya sedang menjalankan studi dan formasinya di negaranya masing-masing. Kaul kekal internasional ini merupakan terobosan baru dan pertama kali dilakukan oleh Kongregasi.

Program ini merupakan perealisasian dari hasil keputusan sidang umum XV (Capitolo Generale XV) Vokasionis yang diadakan pada September 2018.

Secara substasial, sejatinya pelaksanaan pengikraran kaul kekal pada tahun-tahun sebelumnya boleh disebut “kaul kekal internasional”. Dikatakan demikian karena para peserta yang mengikrarkan kaul berasal dari berbagai negara yang berbeda. Hanya saja, ada beberapa perbedaan yang mencolok terkait dengan segala macam persiapan pelaksanaan kaul kekal kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pertama, para kandidat yang hendak mengikrarkan kaul kekal, wajib mengikuti kegiatan persiapan kaul kekal (preparazione alla professione perpetua) yang berlangsung selama satu bulan lebih (22 Juli-18 Agustus 2019). Dalam kurun waktu yang telah disediakan ini, ada berbagai macam kegiatan yang dilakukan.

Ada penyajian dan pendalaman materi dengan tema-tema yang amat kontekstual (Identitas Vokasionis, Pastotal Vokasionis, Integritas Hidup sebagai seorang Religius, Hidup Selibat menurut Alkitab). Selain itu ada ada kegiatan rohani bersama, retret, pendalaman persaudaraan, dan lain sebagainya.   

Kedua, dalam pertemuan bersama dengan Pater General Vokasionis, beliau mengatakan bahwa “Kalian semua (para profes yang baru) merupakan bagian dari sebuah sejarah baru di dalam Kongregasi”.

Sekadar untuk diketahui bahwa program kaul kekal internasional ini merupkan hasil keputusan Sidang Umum Kongregasi Vokasionis yang kelimabelas (Capitilo Generale XV) yang memberi penekanan pada Formasi Vokasionis. Dengan program ini, setiap anggota Vokasionis mampu mendalami kharisma dan spiritulitas Sang Pendiri.

Pengikraran kaul

Saatnya pun tiba. Di halaman depan Centro Don Gisutino terlihat jelas sebuah panggung perayaan yang begitu indah. Hari ini semua warga komunitas bersama dengan para relawan dan anggota kelompok teman-teman Pater Giustino terlihat begitu sibuk mempersiapkan segala sesuatu sesuainya dengan tugasnya.

Sementara di kapela utama, secara berturut-turut diadakan Perayaan Ekaristi pkl. 07:00, 09:00, 10:00, 11:00 dan 12:00 dan dihadiri oleh begitu banyak umat.

Sementara itu, misa pengikraran kaul kekal dilaksanakan pada pkl. 18.30. Perayaan Ekaristi dipimpim langsung oleh Pater Antonio Rafael Do Nascimento SDV (General Vokasionis) dan didampingi oleh puluhan imam konselebran. Hadir juga pada momen yang spesial ini, P. Raffaele Castiglione SDV yang kini telah berusia 91 tahun. Beliau adalah Sekertaris Pribadi dari Beato Don Giustino sekaligus mantan Pater General Vokasionis.

Ritus kaul kekal

Ritus pengikran kaul menjadi sangat spesial karena pada momen ini ketujuh frater yang telah disebutkan namanya di atas, dengan hati yang bebas dan penuh tanggungjawab serta atas keputusan pribadi menjawab “ya” untuk selamanya pada panggilan Tuhan. Ritus ini diawali dengan panggilan terhadap para calon biarawan yang hendak mengikrarkan kaul kekal.  Setelahnya dilanjutkan dengan kotbah.

Seusai kotbah, para frater yang hendak mengikrarkan kaul kekal, kembali berdiri di depan altar dan menjawab beberapa pertanyaan yang amat substansial.

Setelah tahap ini, dilanjutkan dengan Litani Para Kudus. Ketujuh frater tidur telungkup di atas karpet yang telah disediakan. Setelah tahap ini selesai dilanjutkan dengan pembacaan formula kaul kekal yang dibacakan dalam tiga bahasa yakni Italia, Spanyol dan Inggris dan penandatanganan formula oleh pribadi yang mengikrarkan kaul, Pater General bersama dua orang saksi.

Ritus ini diakhiri dengan penyerahan salib dan injil oleh Pater General. Dengan ini dingatkan, menjadi seorang biarawan harus berani memanggul salib, menyangkal diri dan memberi kesaksian hidup sesuai dengan nasihat injili.

Setelah ritus ini selesai, di hadapan seluruh umat yang hadir Pater General secara resmi menerima ketujuh frater yang sudah mengikrarkan kaul kekal sebagai anggota yang utuh dan sepenuhnya milik Kongregasi.  

Panggilan Tuhan terus berkelanjutan      

Pater General dalam homilinya yang berdurasi kurang lebih 12 menit secara tegas berbicara tentang panggilan Allah terhadap manusia. Beliau membangun sebuah eksegese yang indah dan mendalam atas bacaan-bacaan yang telah dipilih.

Bertitik tolak dari Injil Lukas 10:1-9 tentang Yesus mengutus Tujuh Puluh murid-Nya, imam yang kini kembali menjabat sebagai Pater General untuk kedua kalinya, mengatakan sebagai berikut:

“Tuhan tidak lelah untuk memanggil. Panggilan Allah terhadap manusia terus berlanjut (Dio non si stancha mai di chiamare. La chiamata di Dio si continua sempre). Kitalah yang harus berani menjawab secara jujur dan berani atas panggilan. Karenanya, kita sebagai Vokasionis mempunyai tugas untuk membantu para pemuda dan pemudi untuk menemukan panggilan sesuai dengan kehendak Allah itu sendiri demi kekudusan universal,” ungkapnya.

Perarakan Patung Beato Giustino.

Selain itu, beliau menegaskan beberapa hal penting yang harus dijunjung tinggi oleh seorang religius.

Pertama, hidup berkomunitas. Hidup bersama dalam satu komunitas merupakan ciri khas dari kaum biarawan. Hidup bersama menjadi indah dan bermakna apabila kita saling membagi dan melengkapi suatu sama lain, saling menguatkan dan saling mendukung dalam semangat persaudaraan.

Kedua, kehidupan doa. Seorang biarawan akan menjadi kaya spiritual, apabila kehidupan doanya bersinar dengan baik. Sebaliknya ia akan menjadi miskin jika kehiudupan doanya rendah.

Di akhir Perayaan Ekaristi Pengikraran Kaul Kekal ini, Pater Ciro Sarnataro SDV, selaku Ketua Umum Panitia penyelenggara perayaan peringatan Beato Don Giustino, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membangun sebuah kerja sama yang besar dalam menyukseskan acara ini. Perayaan pesta peringatan Beato Don Giustino ini dimeriahkan oleh koor dari para Suster Vokasionis dan angota kelompok Teman-teman Pater Giustino serta disiarkan langsung oleh Caprievent TV.

Profisiat kepada ketujuh Frater yang sudah berani menjawan YA untuk selamanya menjadi pewarta sabda Tuhan kepada sesama.

Fatti Santo (Jadilah Kudus). Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here