Live In Para Frater SSCC: Kebersamaan dalam Pemulihan

2
221 views
Para frater SSCC bersama para staf Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung. (Dok YSS)

“TAK kenal maka tak sayang”. Ungkapan itu juga berlaku bagi mereka yang tidak tahu atau tidak pernah bersentuhan dengan orang-orang yang bermasalah dengan narkoba, terutama yang sedang menjalani pemulihan di Panti Rehabilitasi.

Ada bermacam-macam persepsi orang mengenai Panti Rehabilitasi Narkoba. Ada yang membayangkan seperti penjara, rumah sakit, dengan orang-orang yang menyeramkan, dan sebagainya.  

Setelah mengenal lebih dekat, pandangan orang tersebut biasanya akan berubah.

Para frater SSCC

Hal itulah yang dialami oleh lima orang  frater Kongregasi  Hati Kudus Yesus dan Maria (SSCC) yang  menjalani kegiatan live in di Panti Rehabilitasi NAPZA milik Yayasan Sekar Mawar – Keuskupan Bandung.

Para frater SSCC main bola dengan residen YSM.

Mereka tinggal di Panti  selama kurang lebih tiga pekan lamanya, dari tanggal 10–30 Juli 2019. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka Pengabdian Sosial  yang juga sebagai syarat dalam memperoleh gelar S-1 pada Program Studi Ilmu Teologi, Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Kegiatan live in dijalani dengan mengikuti seluruh aktivitas harian yang sudah terjadwal di Panti, mulai hari Senin s.d. Minggu, dari pagi hingga malam hari. Melalui aktivitas harian serta interaksi dengan para penghuni  (residen), mereka merasakan apa yang dirasakan dan dialami oleh mereka yang sedang menjalani pemulihan di Panti Rehabilitasi tersebut.

Para frater itu dapat merasakan adanya solidaritas yang tinggi, persaudaraan yang kuat, serta kehangatan dalam keluarga.

Mengapa bisa demikian?

Pertanyaan itu sempat terlontar dari salah satu frater setelah beberapa hari tinggal di komunitas terapi tersebut. Ia kemudian membandingkan dengan situasi di komunitas  tempat tinggalnya saat ini.

Stop Narkoba oleh para frater SSCC dan Pastor Baltasar SSCC.
Usai misa perpisahan.

Therapeutic Community

Komunitas Therapy (Therapeutic Community) adalah sebuah komunitas yang  beranggotakan orang-orang yang mempunyai masalah yang sama yaitu masalah narkoba. Mereka sama-sama terpuruk, sama-sama merasakan akibat dari penyalahgunaan narkoba. Mereka juga sama-sama berjuang dalam pemulihan, saling tolong menolong,  untuk bisa berubah dan keluar dari permasalahan tersebut.

Karena kesamaan nasib itulah yang membuat jalinan persaudaraan dan kebersamaan diantara mereka terasa semakin kuat. 

Para Frater SSCC ini mengikuti  berbagai sesi dalam kegiatan pemulihan seperti : group-group terapi, seminar, olahraga, kegiatan vokasional, probe, hingga family outing atau kegiatan rekreasional.

Mereka juga melakukan pendampingan dalam kegiatan spiritual seperti doa bersama, pendalaman iman, ibadat, dll. Kegiatan spiritual menjadi bagian penting dalam program pemulihan Therapeutic Community ini.     

Kebersamaan, solidaritas, dan  rasa persaudaraan memang akan mendatangkan sebuah kekuatan.

Kekuatan itulah yang dipakai dalam menjalani terapi pemulihan bagi orang-orang yang bermasalah dengan narkoba.

Sesuai dengan mottonya “Man helping man to help himself”, mereka saling tolong menolong untuk mencapai kepulihan.

Dengan menolong orang lain ia juga sekaligus menolong dirinya sendiri.

  • Anastasia C.
  • Yayasan Sekar Mawar – Keuskupan Bandung 
  • Rehabilitasi Sosial NAPZA – Therapeutic Community

2 COMMENTS

  1. Terrima kasih dari kami untuk semua anggota Komunitas Yayasan Sekar Mawar…..atas segala kebaikan dan kesempatan berharga untuk kami serta kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk belajar. Banyak hal telah kami belajar dan kami lebih banyak menerima daripada memberi. Semoga Fakultas Kehidupan ini tetap berkembang dan setia membantu setiap orang yang merasa diabaikan dan tidak dicintai untuk benar -benar bebas dan normal dalam menjadi diri sendiri dan mencintai sesama. #SekarMawarHangtough# Salam dua hati dari kami para Frater SSCC.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here