Lukas 6: 12-19 Selasa, 10 September 2019 Hari Biasa Pekan XXIII

0
241 views
Ilustrasi: Yesus dan para murid. (Ist)

1. Yesus berdoa untuk memilih 12 rasul.            

Sebelum memilih kedua belas rasul secara definitif, Yesus menghabiskan sepanjang malam dalam doa: “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.”

Injil hari ini menyajikan dua peristiwa: pilihan kedua belas rasul (Luk 6: 12-16) dan kerumunan besar yang ingin bertemu Yesus (Luk 6: 17-19).

Injil hari ini mengundang kita untuk merenungkan dua belas orang yang dipilih untuk hidup bersama Yesus, sebagai rasul.

Dia berdoa untuk mengetahui siapa yang harus dipilih dan kemudian memilih dua belas, yang namanya ada dalam Injil dan mereka akan mendapat sebutan “para rasul”.

Rasul berarti diutus, misionaris. Mereka dipanggil untuk melakukan misi, misi yang sama yang Yesus terima dari Bapa (Yoh 20:21).

Yesus menghabiskan sepanjang malam dalam doa untuk mengetahui siapa yang harus dipilih, dan kemudian Dia memilih kedua belas itu.

Doa dapat membantu kita membedakan apa yang terbaik, paling manusiawi dan paling penuh kasih dalam hidup kita.

Doa memberi kita kesempatan untuk menempatkan keputusan penting dalam hidup kita ke dalam konteks kasih Allah dan cinta sesama kita.

Apakah kita  melakukan hal yang sama, yaitu berdoa ketika membuat pilihan penting dalam hidup kita?

2. Kualifikasi rasul terpilih.

Dalam doa-Nya akhirnya Yesus menegaskan pilihan-Nya:

“Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.”

Mereka yang terpilih ternyata tidak mempunyai kualifikasi khusus kecuali cinta mereka. Tidak ada kekuatan intelektual dan finansial yang berlebihan  untuk mendukung mereka dalam tugas mereka membawa kabar baik ke ujung bumi.

Misi pelayanan Yesus yang luas dan lengkap meliputi: mengajar, menyembuhkan, dan mengusir setan. Luas dan lengkap artinya tidak terbatas oleh tempat, golongan, usia tingkat sosial, dll. Semua orang dari segala lapisan dan di mana pun mereka berada, menjadi fokus pelayanan-Nya.

Melalui pengajaran, Ia menyatakan kebenaran-Nya yang harus dinyatakan kepada setiap orang, agar mereka menerima keselamatan.

Di samping itu, Yesus pun menyatakan kuasa-Nya yang menyembuhkan dan mengusir setan. Sungguh nyata bahwa ia berkuasa atas segala macam penyakit dan kuasa mana pun jua, termasuk kuasa setan.

‘Sebaiknya kita berbicara kepada Tuhan seperti seorang teman berbicara kepada temannya, pelayan kepada tuannya; sekarang meminta bantuan, sekarang mengakui kesalahan kita, dan mengkomunikasikan kepada-Nya semua yang menyangkut kita: pikiran kita, ketakutan kita, proyek kita, keinginan kita,

dan dalam segala hal mencari nasihat-Nya. ‘  

-St. Ignatius dari Loyola-

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here