Pelita Hati: 13.03.2019 – Yesus Sang Tanda

0
659 views

Bacaan Lukas 11:29-32

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”

Sahabat pelita hati,

KARYA Yesus selalu diikuti dengan “tanda-tanda” alias karya mujizat yang menandakan kasih Allah kepada orang-orang yang percaya.  Namun kepada orang-orang Farsi, para ahli Taurat maupun para tua-tua Yahudi, Tuhan tak pernah mengerjakan tanda-tanda mujizat-Nya. Kelompok inilah yang selalu mempertanyakan eksistensi Yesus alias tak mepercayai bahwa Ia utusan Allah. Kelompok ini jugalah yang selalu mempermasalahkan karya dan pewartaan Yesus  karenanya mereka meminta tanda. Namun Tuhan menyebut mereka sebagai angkatan jahat yang tak akan diberi tanda kecuali tanda nabi Yunus. Mengapa? Hati mereka telah tertutup oleh kesombongnya sehingga tak mampu melihat bahwa Yesus adalah “Sang Tanda”.

Sahabat pelita hati,

Yang dibutuhkan dari kita adalah membuka hati bagi Tuhan dan membuka hati bagi sesama. Kita hidup bukan untuk diri sendiri tetapi hidup yang diabdikan bagi Tuhan yang mewujud dalam pelayanan kepada sesama, terutama yang lemah dan menderita. Semoga kita tidak masuk dalam kategori ‘angkatan jahat’ yang menutup diri terhadap karya kasih-Nya dan siap menjadi anak-anak Tuhan yang taat, tekun dan setia. Tuhan tak menuntut apa-apa dari kita kecuali agar kita tetap setia.

Persaudaraan harus diutamakan,
Walau berbeda pilihan.
Jadilah nak-anak Tuhan,
setia pada panggilan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here