Pelita Hati: 23.06.2019 – Dipecah dan Dibagi-bagi

0
475 views

Bacaan Lukas 9:11b-17

Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.” Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Kamu harus memberi mereka makan!” Mereka menjawab: “Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.” Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok.” Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul. (Luk.9:12-17)

Sahabat pelita hati,

“KAMU harus memberi mereka makan”, itulah tanggapan sekaligus perintah Yesus kepada murid-murid-Nya ketika mereka meminta agar orang banyak yang kelaparan disuruh pulang atau mencari makan di kampung-kampung terdekat. Yesus mengajarkan para murid agar memiliki tanggungjawab terhadap penderitaan sesama bukan malah cuci tangan atau menyuruh orang banyak pergi. Inilah sebentuk disposisi hati Tuhan yang selalu berbelas kasih kepada orang-orang yang menderita dan berkekurangan. Ia siap memberikan diri-Nya bagi kebaikan orang banyak. Inilah gambaran nyata bahwa Tuhan selalu mendarmabaktikan hidupnya bagi kebaikan manusia.

Sahabat terkasih,

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus untuk mengenang Tuhan yang  memberikan diri-Nya, tubuh dan darah-Nya bagi penyelamatan manusia. Pemberian diri Yesus itu dilestarikan oleh Gereja dalam perayaan ekaristi yang dilambangkan dengan roti dan anggur. Kepada kita Tuhan memberikan roti Ekaristi yang telah dipilih, diberkati, dipecah-pecah dan dibagi-bagikan. Seperti roti Ekaristi, kita adalah orang-orang yang dipilih dan diberkati Tuhan, agar siap dipecah-pecah dan dibagi-bagikan kepada dunia. Cara hidup seperti itulah yang disebut hidup Ekaristis alias hidup yang bersumber dari dan sekaligus mengarah kepada Ekaristi. Konkretnya, setiap orang yang mengambil bagian dalam perayaan Ekaristi, harus tergerak untuk berbuat baik dan mempersembahkan hidupnya bagi kebaikan sesama. Pertanyaannya apa yang telah kita persembahkan kepada Tuhan? Kebaikan apa yang juga telah kita darmabaktikan kepada sesama? Hidup kita harus siap “dipecah dan dibagi-bagi.”

Jika ada salah kata ya tuan,
sudi kiranya memaafkanku.
Pakailah hidupku ya Tuhan,
sebagai alat-Mu seumur hidupku.

Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here