Percik Firman : Pengampunan Tuhan

0
99 views

Senin, 30 Maret 2020
Bacaan Injil: Yoh 8:1-11

“Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yoh 8:11)

Saudari/a ku ytk.,

PAUS Fransiskus pernah menasihati, “Pengampunan adalah penting untuk kesehatan emosional kita dan kelangsungan hidup spiritual. Tanpa pengampunan keluarga menjadi sebuah teater konflik dan benteng keluhan. Tanpa pengampunan keluarga menjadi sakit.”

Bacaan Injil hari ini memberi pesan kepada kita untuk memberikan pengampunan kepada sesama. Kisah wanita yang kedapatan berzinah dan dibawa pada Yesus ke Bait Allah, menunjukkan luar biasanya daya pengampunan dari Tuhan. 

Kalau seseorang kedapatan berbuat zinah, Hukum Musa mengatur bahwa ia akan dibawa ke tembok Yerusalem dan dirajam (dilempari batu) sampai mati. Sebelumnya ia harus menanggung malu yang luar biasa dengan diarak dan dihakimi di depan umum.

Selain menunjukkan kasih kepada wanita itu, Yesus juga mengajak orang banyak untuk instropeksi diri. “Barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”, sabda Yesus. Lalu pergilah mereka satu persatu, mulai dari yang tertua. 

Kenapa yang tertua dulu? Kata orang, makin tua makin banyak dosanya hehe….atau alasan yang lain, mereka yang tua perlu memberi teladan bagi yang muda.

Yang menarik, Yesus menegaskan: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Jika Yesus menunjukkan hormat dan kasih yang besar terhadap orang berdosa dan menolak untuk menghukum wanita itu, apakah karena Yesus menganggap perbuatan perempuan itu bukan dosa yang berat? TIDAK. Yesus mengampuninya, karena Allah menggunakan cara-cara yang berbeda dengan cara manusia untuk mempertobatkan orang-orang berdosa.

Dapat dibayangkan betapa bahagianya wanita itu karena dia diselamatkan dari hukuman rajam, bahkan dosanya diampuni karena belas kasih Yesus. Tentunya perempuan itu merasa lega luar biasa. 

Yesus memberikan apa yang sangat dibutuhkan perempuan itu, yaitu empati, peduli, dan cinta kasih sejati, dengan pengampunan atas dosa-dosanya. Yesus menyembuhkan perempuan itu dari kebencian terhadap dirinya, dan menyembuhkan rasa malunya di depan sesamanya. 

Pertanyaan refleksinya, maukah Anda memaafkan dan mengampuni kesalahan sesama? Bersediakah Anda untuk memberi teladan untuk bertobat pada masa Prapaskah ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.# Y. Gunawan, Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here