Pergelaran Budaya di Vatikan

0
177 views
Suasana pentas usai pergelaran budaya Indonesia di Vatikan. (Kedubes RI untuk Vatikan)

PADA tanggal 14 Desember 2019, KBRI untuk Takhta Suci menyelenggarakan pagelaran budaya di Pontificio Collegio Missionario San Paolo Apostolo, Vatikan.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari dua ratus undangan yang berasal dari kalangan korps diplomatik, pejabat Vatikan, dan rohaniwan dan rohaniwati Indonesia dan asing yang berada di Italia.

Pergelaran budaya ini dimaksudkan untuk mempromosikan dan menyebarluaskan khazanah budaya Indonesia kepada masyarakat asing.

Gambaran semboyan bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” juga tercermin dalam pagelaran budaya Indonesia yang berlangsung selama dua jam.

Dalam pagelaran yang dibuka oleh Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Antonius Agus Sriyono, KBRI untuk Takhta Suci menampilkan tiga macam jenis kesenian, yaitu alat musik, tarian, dan nyanyian.

Untuk penampilan alat musik, gamelan menjadi pilihan instrumen tradisional yang dimainkan.

Mempromosikan budaya Indonesia di Vatikan. (KBRI untuk Vatikan)

Hal istimewa dalam pertunjukan ini karena seluruh pemain gamelan yang berjumlah sepuluh orang merupakan warga negara asli Italia yang tergabung dalam grup gamelan Gong Wisnuwara.

Danielle yang fasih berbahasa Indonesia dan Jawa membuka penampilan Gong Wisnuwara dengan menyanyikan tembang jawa.

Dalam suguhan tarian, terdapat delapan tarian tradisional dan dua tarian kontemporer yang dibawakan oleh para penari dari Sanggar Mahadaya Tari Jakarta, di mana seluruh tarian mewakili berbagai daerah di Indonesia dari timur hingga ke barat, yakni Papua, Kalimantan, Bali, Jawa, dan Sumatera.

Ketika tarian dari Papua Yospan ditampilkan, penonton diajak menari bersama sehingga tepuk tangan terdengar bergemuruh.

Sementara itu, untuk penampilan nyanyian, sekitar 15 rohaniwan dan rohaniwati Indonesia membawakan dengan apik lima lagu daerah yang berasal dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Papua.

Tampilan grup ini ditutup dengan sebuah lagu dari Jawa Barat Pileuleuyan.

Aneka menu kuliner khas Indonesia

Sebagai penutup keseluruhan acara, para hadirin, khususnya yang berasal dari Indonesia, diajak berdiri untuk menyanyikan bersama lagu berjudul Tanahair sebagai bentuk kecintaan kepada Indonesia.

Selepas pergelaran, para tamu disuguhi dengan berbagai macam kuliner khas Indonesia, seperti rendang, risoles, kue lapis, dan mie goreng Jawa.

Roma, 14 Desember 2019

Information, Protocol, and Consular Section
Embassy of the Republic of Indonesia to the Holy See

Koleksi foto pergelaran budaya Indonesia di Vatikan bisa diakses di tautan berikut ini:

https://drive.google.com/open?id=1cWZV6GpuOrsYeyiNTn7lCkcrLTitxl5U


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here