Penyegaran Rohani Katolik Purwokerto: Memaknai Waktu Sekarang dan di Sini (2)

1
1,840 views

WAKTU sekarang  dan “di sini” ini merupakan  suatu kenyataan yang harus dihadapi dan dijalankan. Ini  agar apa yang sudah terjadi di masa lalu dan yang juga tidak menyenangkan, tidak mengenakkan hati akan kepahitan-kepahitan yang sudah kita terima di masa lalu  tidak terulang kembali.

Benar-benar rantai tersebut bisa kita putuskan dan kita patahkan, sehingga kita tidak mengulang menghidupkan kembali kenangan yang tidak menyenangkan kepada anak-anak kita khususnya.

Banyak juga keluarga bersikap terlalu protektif terhadap anak-anaknya; jadinya serba melarang in dan itu terhadap anak-anaknya. Jangan begini dan jangan begitu. Padahal pengalaman terkena risiko tergencet karena bermain atau berdarah karena main pisau itu juga perlu agar anak bisa bertanggungjawab atas hidupnya sendiri.

Anak menjadi kurang kreatif karena tidak diberi kesempatan untuk  bereksperimen. Jadi ya kurang pede dan kemandirian di masa remaja menjadi susah terjadi.

Kalau menikah, lalu bagaimana?

Kalau akhirnya menikah, lalu bagaimana dong? Karena latar belakang keluarga yang kurang bahagia dan mengalami banyak kekangan, pasangan nikah juga bisa jadi menyikapi hal sama: melarang pasangannya untuk ini dan itu. Ia memberlakukan aturan bagi pasangannya.

Efeknya dahsyat, karena pasangannya akhirnya menjadi objek ‘penindasan’ hingga lalu muncul perasaan gerah, bosan, jengkel dan akhirnya salah-salah jadi pecah dan sedihnya lagi: lalu minta cerai.

Karena itu, segera hentikan kebiasaan membuat ‘lingkaran setan’ dosa asal bernama pengalaman masa lampau itu. Mari berpijak pada kenyataan yang nyata dimana keluarga bahagia berlandaskan kasih Tuhan. Kesadaran ini sangatlah penting, karena kita tidak perlu lagi menengok masa lampau yang terlalu kelam.

Harapan

Jika kita ingin memperoleh kebahagiaan, tentu kita harus punya harapan. Tentu yang baik, indah dan semoga saja juga berhasil di masa mendatang. Harapan akan masa mendatang memang tak bisa jelas dan gambling. Namun setidaknya, orang tahu harus berjalan kemana dan dimana.

Kalau semuanya berjalan sesuai harapan, tentunya kita bersama keluarga bisa membina hubungan dan komunikasi yang sehat satu sama lain. Efeknya, anak-anak pun akan mempunyai kenangan masa kecil yang indah bahagia dimana mereka diberi kebebasan  bertanggungjawab oleh orangtuanya.

Acara yang berlangsung hingga pukul 21.00 malam itu akhirnya sampai pada kesimpulan-kesimpulan penting:

  1. Masa lalu  bisa membentuk karakter seseorang.
  2. Waktunya adalah sekarang dan di sini.
  3. Hidup kita adalah untuk orang lain. Kebahagiaan hidup adalah kenikmatan ketika kita bisa berbuat baik bagi orang lain.
  4. Rencanakan masa datang dengan mendulang banyak harapan agar hidup kita ini diberi roh semangat.

(Selesai)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here