Ribuan Warga Ramaikan Jalan Santai Lintas Agama

0
147 views
Dari kanan, Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Agama Lukman Hakim, Imam Besar Mesjid Istiqlal KH Nazarudin Umar Imam dan Romo Antonius Suyadi, saat memperingati Ulang Tahun ke-212 Keuskupan Agung Jakart a (KAJ). Sabtu 4 Mei 2019. (FOTO DOK. KOMSOS-PC-GIT/AY TEGUH).

Memperingati Ulang Tahun yang ke-212 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), mengadakan kegiatan, “Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinnekaan Lintas Agama”. Sabtu 4 Mei 2019. Sekitar 3.000 orang hadir, diikuti perwakilan dari semua agama. Berjalan santai sepanjang 3.5 km, dengan rute Gereja Katedral – Hotel Borobudur – lapangan Banteng Timur – Kementerian Keuangan – Kantor POS – Gereja Katedral. Hadir diantaranya Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Agama Lukman Hakim, Imam Besar Mesjid Istiqlal KH Nazarudin Umar dan Romo Antonius Suyadi.

Peserta jalan santai Lintas agama, saat memperingati Ulang Tahun ke-212 Keuskupan Agung Jakart a (KAJ). Sabtu 4 Mei 2019. (FOTO DOK. KOMSOS-PC-GIT/AY TEGUH).

Kegiatan dikoordinir oleh Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) bersama perwakilan komisi yang lain. “Sesuai Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta 2016 – 2020 melaksanakan hal yang mendasar yaitu, AMALKAN PANCASILA,” kata Mgr. Suharyo.

KAJ menetapkan tahun 2019 sebagai Tahun Berhikmat dengan tema “Amalkan Pancasila, Kita Berhikmat Bangsa Bermartabat”. Hakikat Gereja sebagai persekutuan, tidak hanya dipahami sebagai kumpulan Umat Allah yang hanya memikirkan kepentingan internalnya, namun juga berciri inklusif yang bersama-sama menciptakan masyarakat yang lebih baik dalam kebersamaan sebagai bangsa Indonesia, khususnya warga Jakarta, yang hidup dalam lingkungan heterogen perbedaan suku, ras, budaya dan agama.

Semua didorong untuk semakin hadir dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat dan menjalin relasi dengan masyarakat lain tanpa memandang sekat-sekat perbedaan, sehingga toleransi dan kerukunan tersebut menjadi kata kunci dalam membangun relasi dan merekatkan tali persaudaraan kita demi persatuan bangsa Indonesia.

“Seandainya tidak dipisahkan jalan raya maka tidak usah dibangun pagar antara Gereja Khatedral dan Mesjid Istiqlal yang bisa menjadi lambang persatuan dan keterbukaan antar umat beragama di Indonesia,” ucap Nassarudin Umar.

Acara dimeriahkan oleh drumband alumni Sekolah Tarakanita, kasida/marawis, barongsai, ondel-ondel, reog, Kesenian Pencak Silat THS-THM, kesenian daerah jathilan, organ tunggal dan sebagainya, dengan maksud melestarikan kesenian dan
kebudayaan yang ada di Indonesia. (AY Teguh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here