Allah Sungguh Perhatian

0
31 views
Salib Benedictus

Bacaan 1: Hos 11:1-4.8c-9

Injil: Mat 10:7-15

Bagi seorang pecinta alam, kata “survival” sudah tidak asing lagi. Survival adalah kemampuan bertahan hidup di alam bebas dengan memanfaatkan perlengkapan dan kondisi seadanya. Salah satu cara para pecinta alam mampu bertahan hidup di alam bebas adalah dengan cara mempersiapkan segala sesuatunya termasuk perlengkapan.

Namun dalam injil hari ini, bagi seorang murid Yesus persiapan semacam itu malah tidak perlu. Tuhan Yesus menuntut para murid-Nya untuk percaya bahwa apa yang mereka butuhkan akan disediakan-Nya bagi mereka.

Mungkin jika para murid itu adalah pecinta alam tadi, akan bingung dan heran, bagaimana bisa? Bukankah dalam perjalanan harus membawa sesuatu untuk mengantisipasi kebutuhan dan berjaga-jaga?

Namun jangan lupa bahwa para murid dalam menjalankan tugas pengutusan-Nya dibekali dengan kuasa Ilahi:

  • Menyembuhkan orang sakit.
  • Membangkitkan orang mati.
  • Menyucikan penderita kusta.
  • Mengusir setan.

Mereka dibekali dengan cuma-cuma dan harus dibagikan (dilaksanakan) dengan cuma-cuma pula. Tugas pengutusan-Nya jelas dan fokus:

“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”

Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, mereka sakit dan sudah mati. Maka Allah mengutus para utusan-Nya untuk menyembuhkan dan menghidupkan lagi kehidupan mereka. Allah begitu perhatian kepada manusia sebab mereka adalah ciptaan yang sungguh berharga bagi-Nya dan tidak ingin mereka binasa.

Hidup “survival” juga pernah dialami oleh Santo Benediktus yang hari ini dirayakan Gereja Katolik. Beliau memilih meninggalkan kehidupan mewah di Roma dan mengasingkan diri ke daerah sepi di alam bebas, tepatnya di sebuah gua di Gunung Subiako. Tujuannya untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan meski harus melawan pencobaan-pencobaan dari setan.

“Perhatian” Allah juga dinubuatkan oleh Nabi Hosea.

Bangsa Israel “dikeluarkan” dari penderitaan di Mesir (dipanggil sebagai “anak” menunjukkan relasi yang dekat), namun malah memberontak dan murtad. Tetapi Allah tidak pernah putus asa, dan terus mengulurkan tangan-Nya agar manusia bertobat.

“Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.”

Pesan hari ini

Allah sungguh perhatian pada manusia sebab begitu berharga bagi-Nya. Kita semua diutus untuk mewartakan Kabar Sukacita serta mengingatkan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat.

Percayalah bahwa Tuhan akan mencukupkan segalanya.

“Kebutuhan kita sangat besar namun Tuhan kita lebih besar.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here