Apa Yang Mesti Dipersembahkan kepada Tuhan?

0
186 views
Bayi Yesus dipersembahkan pada Allah, by Philippe de Champaigne, 1620–1674.

SETIAP tanggal 2 Februari, empat puluh hari setelah kelahiran Yesus, Gereja merayakan pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah. Gereja menyajikan tiga bacaan (Maleakhi 3:1-4; Ibrani 2:14-18; Lukas 2:22-40) yang membantu merenungkan pesan iman yang ada di balik pesta ini.

  • Pertama, Tuhan mendatangi umat yang menantikan kedatangan-Nya (Maleakhi 3:1).
  • Kedua, Yesus menjadi sama dengan manusia supaya dapat membebaskannya dari maut (Ibrani 2:15).
  • Ketiga, Tuhan yang menjadi manusia itu menaati hukum-hukum (Lukas 2:22-23-24). Kedua orangtua-Nya mempersembahkan sepasang burung tekukur dan dua ekor anak merpati (Lukas 2:14).

Sebagai keluarga miskin, mereka tampak mempersembahkan sesuatu yang sangat minim menurut hukum Yahudi. Namun, sesungguhnya mereka mempersembahkan yang paling berharga, yakni anak yang amat dikasihinya.

Bukan hanya bagi mereka, tetapi bagi banyak orang Yesus itu amat bernilai. Bagi Simeon, Yesus adalah keselamatan yang datang dari Tuhan (Lukas 2:29). Hana mengatakan bahwa banyak orang menantikan Yesus yang akan membebaskan Yerusalem (Lukas 2:38).

Yusuf dan Maria mempersembahkan kepada Tuhan yang paling berharga. Demikianlah orang yang sungguh beriman memberikan kepada Tuhan yang paling bernilai bagi dirinya sendiri. Mereka tidak mempersembahkan sisa-sisa kepada Tuhan.

Santo Yohanes Paulus II menyatakan bahwa pada pesta ini diperingati pula hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan oleh kaum relijius lewat kaul kemiskinan, ketaatan, dan kemurnian (consecrated life). Secara radikal mereka ingin menghayati sakramen baptis untuk mencapai kesempurnaan.

Mereka yang telah dibaptis menerima panggilan yang sama, yakni mempersembahkan diri dan hidupnya bagi Tuhan. Yang penting itu bukan hanya apa yang mereka persembahkan, melainkan bagaimana mereka mempersembahkannya.

Pertanyaannya, apa yang selama ini telah kita persembahkan kepada Tuhan? Bukan soal sedikit atau banyak, melainkan sejauh mana kita secara tulus mempersembahkannya. Misalnya, apakah kita hadir dalam perayaan ekaristi dengan sepenuh hati atau sambil memainkan gawai?

Jumat, 2 Februari 2024
Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah
Albherwanta O.Carm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here