Apel dan Jeruk Tidak Bisa Disimpan Bersamaan

0
262 views
Apel dan Jeruk

Bacaan 1: Kej 27:1-5. 15-29

Injil: Mat 9:14-17

Apel dan Jeruk adalah dua macam buah yang merupakan nutrisi penting bagi tubuh manusia. Buah tersebut jika dikonsumsi dalam kondisi segar akan lebih lezat.

Buah-buahan tidak bisa disimpan terlalu lama apalagi jika salah cara menyimpannya, bisa membusuk lebih cepat.

Hal ini bukan tanpa sebab, menyimpan atau menyatukan jenis buah tertentu bisa meningkatkan risiko cepat busuk misalnya Apel dan Jeruk.

Apel dan Jeruk menghasilkan zat kimia bernama Etilen yang sangat sensitif pada pembusukan. Ketika mereka disimpan dalam tempat yang sama (dicampur) maka bisa saling merusak dan busuk dalam waktu yang cepat. Apalagi dalam kantong tertutup karena gasnya semakin terjebak sehingga mempercepat proses pematangan.

Anggur baru tidak bisa disimpan dalam kantong lama sebab ia akan mengoyak (merusak) kantongnya lalu tumpah.

“Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

Perumpamaan tentang ajaran yang disampaikan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya sebagai kritik untuk murid-murid Yohanes.

Ajaran kasih penuh sukacita Tuhan Yesus harus disimpan dalam hati dan pola pikir baru sebagai kantong baru. Jika tidak, maka hanya akan masuk telinga kanan lalu keluar telinga kiri (tumpah).

Mereka terjebak pada adat istiadat puasa sebagai suatu kewajiban agama dan malah melupakan makna puasa dalam relasinya dengan Allah.

Kewajiban agama tidak menyelamatkan namun relasi dengan Tuhan Yesus-lah yang menyelamatkan.

Tuhan Yesus datang ke dunia untuk mengubah cara hidup lama yang sangat terikat pada hukum dan adat-istiadat.

Tawaran Anggur (sukacita) Allah perlu ditanggapi (diterima) dan ditempatkan dalam kantong hidup baru yang penuh sukacita.

Alkitab mengajarkan tentang dosa yang telah diturunkan oleh Adam secara natural. Seseorang bisa berbuat dosa dengan sendirinya tanpa harus diajarkan.

Keluarga Ishak, Ribka dan Yakub melakukan hal tidak terpuji. Ishak dan Ribka berlaku pilih kasih terhadap anak, bahkan Ribka mengajarkan kebohongan pada Yakub anaknya untuk membohongi Ishak selaku ayahnya. 

“Benarkah engkau ini anakku Esau?”

Yakub menjawab: “Ya!”

Terdorong kerakusan untuk mendapatkan “Berkat Allah”, Yakub dan Ribka menempuh jalan duniawi (kantong lama) yang tidak terpuji yaitu berbohong.

Pesan hari ini

Anggur baru (ajaran kasih Tuhan Yesus) harus disimpan dalam kantong (pola hidup) baru.

Berkat Tuhan menjadi sempurna jika didapatkan dengan cara-cara yang halal dan luhur pula.

“Senyuman hangat adalah bahasa universal kebaikan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here