Gereja Katolik Semesta Jangan Sampai Menjadi LSM

5
2,861 views

DI SINI ini saya cantumkan karikatur yang dibuat oleh Romo Koko MSF, dan telah dipasang pada Majalah Hidup.

Karikatur adorasi dan kelorisasi by Romo Koko

 

Karikatur itu bergambar monstrans dan kebon kelor.

 

Pada karikatur tersebut tertulis: Program Unggulan Paroki:  Adorasi, Menanam Pohon Kelor, yang terpampang pada layar sorotan LCD.

 

Program itu merupakan bahan pembicaraan pada suatu rapat Dewan Paroki yang sedang berembug tentang program unggulan paroki.

 

Karikatur tersebut dapat membantu kita untuk memahami bahwa Gereja bukan seperti LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang diterjemahkan dari NGO (Non Governmental Organization). Memang, bisa saja Gereja menjadi LSM, bila upaya pemberdayaan masyarakat dilakukan tanpa dasar iman.

 

Paus Fransiskus diberitakan menegaskan agar “Para pemimpin Katolik tidak menjadikan Gereja dengan sekedar melakukan karitas tanpa fondasi spiritual,” kata beliau.

 

Dalam bahasa Italia yang unik, dia meminta para pemimpin Katolik memancarkan kemuliaan dan melakukan pembaruan spiritual gereja hingga akhir hayat, atau berisiko menjadi tidak lebih dari sekadar sebuah karitas tanpa fondasi spiritual.

 

Selanjutnya dikabarkan, “Kepada para wartawan, dia meminta agar Gereja tidak dipandang sebagai entitas politik semata, tetapi juga sebagai institusi spiritual.”.

 

Rama Koko melalui karikaturnya menampilkan gerakan-gerakan fenomenal yang terjadi di kalangan kita, yaitu gerakan cinta Ekaristi dengan beradorasi yang menunjuk pada dimensi spiritual Gereja; dan gerakan cinta keutuhan ciptaan yang merunjuk pada dimensi politik-kemasyarakatan dengan menanam pohon kelor untuk melestarikan keutuhan ciptaan.

 

Kedua dimensi hidup beriman itu harus kita nyatakan dan kita wujudkan secara seimbang bersama-sama. Dengan demikian, bisa kita katakan juga bahwa doa saja tidak cukup; kerja saja tidak cukup. Doa dan kerja menyatakan dua dimensi kehidupan iman kita.

 

Terimakasih, Romo Koko.

 

Romo telah membantu kami untuk “bertolak ke tempat yang dalam” dalam misteri iman kita.

 

Duc in altum!

Salam, doa ‘n Berkah Dalem,

+ Johannes Pujasumarta

Photo credit: Gerakan adorasi ekaristi dan menanam pohon kelor (Romo Koko/Majalah Hidup)

5 COMMENTS

      • Sebuah gambar karikatur bisa “dibaca” dengan bingkai pemahaman atau penafsiran yang bermacam-macam. Salah satunya telah diberikan oleh Mgr. Puja, Pr. dengan bingkai “Gereja Katolik Semesta Jangan Sampai Menjadi LSM”. Tapi, bagaimana kalau ada juga yang “membaca”-nya dengan meminjam bingkai kritik Kardinal Bergoglio tidak lama sebelum beliau terpilih sebagai Paus baru, yaitu tentang praktik “theological narcissism” dalam kepemimpinan Gereja? Apakah bingkai yang disebut terakhir tepat untuk digunakan? Mohon pencerahan. Berkah Dalem.

  1. Lebih tepat , kita bersama mengakui bahwa Gereja sudah lama menjadi LSM , kesadaran kita saja yang terlambat , pertobatan kita palsu . Apalagi menyadari bahwa seharusnya kita semua Gereja , rumah Allah .
    Saya sangat pesimis kalau unek 2_ , keprihatinan dari Paus dan banyak pemimpin lain akan di dengarkan , sudah terlalu banyak yang terbenam dalam lumpur duniawi . Penyakit ini sudah ada dan mewabah sepanjang segala abad .
    Sejarah mencatat , meski ada Amos , Yakobus , ada Ignasius ada Fransiskus begitu banyak nabi dan orang kudus , tetap tidak berhasil , meskipun Allah sudah mengirimkan Putranya , juga gagal total karena , memang kita semua degil ,dan akan selalu lebih mencintai Tri Tunggal Yang Maha Tidak Kudus.

  2. Iya ya, saya kok ya setuju komentar pak paulus sutikno. Nyatanya imam paroki sedikit yang mengenal umatnya terutama yang miskin dan menderita. Yang dikenal pastur biasanya yang berkecukupan dan banyak membantu paroki. Silakan cek di paroki tempat Anda tinggal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here