Happy

0
181 views
Ilustrasi - Sukacita.

Renungan Harian
Minggu, 16 Januari 2022
Hari Minggu Biasa II
Bacaan I: Yes. 62: 1-5
Bacaan II: 1Kor. 12: 4-11
Injil: Yoh. 2: 1-11
 
SELAMA dua hari, kami -Dewan Pastoral Paroki Salib Suci, Bandung- mengadakan pertemuan untuk mengadakan refleksi dan membuat rencana kerja satu tahun pelayanan mendatang.

Dalam pertemuan ini, sengaja tidak membuat acara laporan kerja dan mengevaluasi apa yang telah kami kerjakan, tetapi kami mengisi dengan syering kegembiraan, duka atau kekecewaan serta harapan sebagai pelayan.

Hari pertama kami syerng tentang kegembiraan, duka dan kekecewaan.
 
Dalam syering masing-masing bercerita bagaimana awal mula mereka terlibat dalam karya pelayanan ini. Hampir semua menceritakan bahwa mereka terlibat dalam pelayanan ini merasa “diceburkan”.

Mereka dalam ketidak tahuan tentang karya pelayanan ini langsung dilibatkan bahkan menjadi orang yang memegang tanggungjawab. Sudah barang tentu awalnya bingung, merasa tidak mampu dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan.

Namun dalam perjalanan waktu lewat berbagai benturan, karena disalah-salahkan, bahkan dimarahi hingga dibenci oleh satu dua orang umat yang kecewa mulai menemukan irama dalam karya pelayanan ini.

Benturan dan pergulatan semakin tidak mudah ketika berhadapan dengan pastornya mana kala pastor yang satu dengan lainnya berbeda pendapat atau berbeda cara pendekatannya.
 
Meskipun mengalami pergulatan yang tidak mudah, namun mereka merasakan kebahagiaan dan kegembiraan dalam pelayanan. Kegembiraan dan kebahagiaan ini didapatkan karena dalam karya pelayanan merasakan rahmat Tuhan yang luar biasa.

Dalam berbagai kesulitan dan tantangan, kehadiran Tuhan yang menuntun dan membantu untuk menyelesaikan berbagai kesulitan dan tantangan.

Pengalaman “diceburkan” dan pengalaman berbagai benturan dirasakan sebagai cara Tuhan membentuk mereka sebagai orang beriman dan pribadi yang mengalami Tuhan.

Bahkan saat sebelum terlibat dalam pelayanan tidak mengerti bagaimana cara Tuhan berbicara pada dirinya, saat mulai terlibat dalam pelayanan semakin mengerti bagaimana cara Tuhan menyapa dirinya.
 
Kata kunci yang muncul dalam syering ini adalah kegembiraan dan kebahagiaan atau sering kata lain yaitu happy.

Kegembiraan dan kebahagiaan yang dialami berkat pengalaman akan Tuhan yang menuntun dan membentuk dirinya.

Inilah mukzijat yang terjadi dan dialami oleh anggota Dewan Pastoral Paroki. Kegembiraan dan kebahagiaan adalah tanda kehadiran dan penyertaan Tuhan.
 
Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam Injil Yohanes, kegembiraan dan kemeriahan pesta perkawinan yang berlangsung terus berkat kehadiran Yesus adalah mukzijat yang terjadi.

“Hal ini dibuat Yesus di Kana yang di Galilea dan merupakan yang pertama dari tanda-tandaNya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here