Home KITAB SUCI & RENUNGAN HARIAN Renungan Harian Keunikan Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Keunikan Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

0
99 views
Ilustrasi kelahiran Yohanes Pembaptis

Bacaan 1: Yes. 49:1-6

Bacaan 2: Kis. 13:22-26

Injil: Luk. 1:57-66. 80

Biasanya Gereja Katolik merayakan hari perayaan santo dan santa untuk hari meninggalnya. Namun ada tiga tokoh suci katolik yang dirayakan hari lahir dan kematiannya, yaitu Tuhan Yesus, Bunda Maria dan Yohanes Pembaptis.

Hari ini Gereja Katolik merayakan Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis yang ditetapkan sejak Konsili Agde pada tahun 506.

Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis sungguh istimewa bagi Gereja Katolik, karena Allah memberkati Yohanes sejak dari dalam kandungan serta kelahirannya sebagai sebuah persiapan untuk menyambut kedatangan atau kelahiran Sang Juru Selamat, Tuhan kita Yesus Kristus.

Keunikan lain Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis (24 Juni) adalah, dirayakan tiga bulan sesudah Hari Raya Kabar Sukacita (25 Maret) dan enam bulan sebelum Hari Raya Natal (25 Desember).

Saat Maria menerima Kabar Sukacita dari Malaikat Gabriel, juga dikatakan bahwa Elizabeth (ibu Yohanes) sedang mengandung dalam usia enam bulan. Artinya, tiga bulan sesudah peristiwa Kabar Sukacita Yohanes pun lahir.

Sama seperti nubuat Yesaya saat menyerukan panggilan Allah untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa, Yohanes Pembaptis juga telah dipanggil sejak dalam kandungan ibunya.

Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya,…:

“Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

Dari keluarga sederhana, Yohanes Pembaptis dipanggil untuk mempersiapkan bangsa-bangsa menyambut kedatangan Sang Juru Selamat dengan layak. Lewat pembaptisan sebagai lambang pertobatan sejati, semua orang diajak menyadari dan mengakui dosa-dosanya

Kesederhanaan dan kerendahhatian Yohanes Pembaptis bisa kita lihat lewat kata-katanya, saat akhir menunaikan tugas pengutusannya:

“Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak.”

Demikian disampaikan oleh Rasul Paulus di hadapan orang-orang Yahudi diaspora di Antiokhia Pisidia (Turki bagian Tengah saat ini).

Pesan hari ini

Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis memang unik dan telah dipersiapkan oleh Allah. Demikian juga, kamu dan saya telah dipersiapkan dan dipanggil untuk menjadi terang bagi orang-orang disekitarmu agar semakin banyak orang bertobat dan mengenal Tuhan kita Yesus Kristus.

“Jadikan hari ini masterpiece-mu! Kamu bisa melakukannya!”

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here