Kisah Gua Maria Tak Bernoda Paroki Tanggul, Jember: Deus Providebit, Allah Menyediakan (2)

0
324 views
Pastor Kepala Paroki Tanggul di Jember, Jatim Romo Catur Wibowo Pr

“ROMO, ini sedikit untuk memperbaiki dan mengecat ulang Gua Maria di halaman belakang pastoran,” kata seorang warga kepada Romo Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Tanggul, dua bulan lalu.

“Sebagai pastor paroki baru, saya memperhatikan seorang umat yang belum saya kenal. Setiap selesai misa, dia pergi ke Gua Maria di halaman belakang pastoran.

Berdiri beberapa saat dalam sikap doa. Mengakhiri doanya dengan menyakan lilin dan menghormat Bunda Maria.

Saat memulai tugas di paroki ini, mulai Februari 2023 lalu, saya membayangkan bagaimana wajah baru untuk gua di halaman belakang. Saya mengalami kebingungan tentang dana,” kenang Romo T Catur Wibawa Pr, Pastor Paroki Tanggul di Jember, Jatim.

Jumlah umat menyusut

Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Tanggul, sepertinya menjadi model paroki yang mengalami penyusutan jumlah secara signifikan.

Saat diubah status dari stasi, quasi paroki dan dan akhirnya menjadi paroki mandiri – kejadian ini sudah 27 tahun lalu- jumlah umat sekitar 1.000 orang.

Saat merayakan pesta perak, dua tahun lalu, jumlah umat hanya sekitar 625 jiwa. Dengan mayoritas lanjut usia.

Dengan karakteristik wilayah pedesaan, umat mudah migrasi ke lain tempat karena: pendidikan, kesehatan, pekerjaan, relasi keluarga, dan sebagainya.

Jumlah umat menyusut di tiga stasi. Mojosari, Kencong dan Rowotengah tidak mengalami peningkatan jumlah umat, baik baptisan bayi atau dewasa. Jumlah umat menurun, karena tidak ada kelahiran, cuma ada kematian alami.

Kolekte mingguan di gereja induk di Tanggul rata-rata Rp. 1.500.000 untuk kolektor I. Kolektor II maksimal Rp. 750.000 dan dana pendidikan calon imam Rp. 125.000.

“Di tengah keterbatasan, Allah selalu bekerja. Ia bekerja tepat pada saatnya, seperti dilakukan-Nya pada Abraham,  yang mengurbankan anaknya yang tunggal. Ia menyediakan,” pungkas Romo Catur Pr.

10.07.2023. bm-1982. ac eko wahyono

Baca juga: Kisah Gua Maria Tak Bernoda Paroki Tanggul, Jember: Menyambung Jari Ibu (1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here