Lectio Divina 09.07.2020 – Lakukan Apa yang Aku Lakukan

0
232 views
Perintah Yesus - Lakukan apa yang Kulakukan by Pinterest

Kamis (H)

  • Hos. 11:1,3-4,8c-9
  • Mzm. 80:2ac,3b,15-16
  • Mat. 10:7-15

Lectio

7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. 8  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

9  Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. 10  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

11  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. 12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. 13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

14  Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. 15  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.”

Meditatio-Exegese

Kerajaan Surga sudah dekat

Inti Kabar Suka Cita, Injil (Mat 10:7), adalah : Kerajaan Surga sudah dekat, Appropinquavit regnum caelorum. Yesus mengutus para murid untuk pergi dan berbicara atas namaNya dan melakukan kegiatan pelayanan atas kuasaNya. BagiNya Kerajaan Surga sudah hadir di sini dan sekarang ini.

Kehadiran Kerajaan Allah terjadi pada saat yang penuh rahmat, καιρος, kairos (Mrk. 1:15), sekarang ini dan di sini. Ia hadir seperti benih sesawi yang ditaburkan di tanah. Yang dibutuhkan cuma perawatan tanah, siraman air dan pemupukan, agar tumbuh dan berkembang.

Berbeda dengan Yesus, orang tidak mau mengenali dan menyadari tanda kehadiran kerajaan itu (bdk. Luk. 17:21). Kaum Farisi menanti datangnya Kerajaan Surga hingga seluruh bangsa melaksanakan hukum dengan rinci dan benar.

Sedangkan kaum Esseni, yang tinggal sebagai rahib di Qumram, mengharapkan penghancuran total seluruh kuasa jahat, agar, pada saat itulah, Kerajaan Surga ditegakkan.

Yesus tidak menghendaki para murid yang diutusNya berkhotbah tentang ajaran atau doktrin kegamaan, peraturan keagamaan atau peribadatan yang megah dan meriah. Ia menuntut para murid melakukan apa yang dilakukan-Nya : menyembuhkan orang sakit; membangkitkan orang mati; mentahirkan orang kusta; mengusir setan-setan.

Tindakan konkrit ini bermakna bahwa semua murid Yesus harus mau bekerja, melayani mereka yang disingkirkan dan diabaikan dalam komunitas manusia yang memilih berpihak pada Mamon atau Beelzebul.

Dengan memerangi kekuatan dan kuasa setani, penyakit, ketakutan dan penindasan, Yesus mengundang para murid untuk meyakini dimulainya jaman baru.

Jaman baru dialami sekarang, ketika para murid mewujud-nyatakan doa yang diajarkan-Nya, Bapa Kami. Datanglah Kerajaan-Mu; Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Adveniat regnum Tuum; Fiat voluntas tua sicut in caelo et in terra.

Berilah salam kepada mereka

Pemberita Injil hanya diperkenankan membawa damai sejahtera. Mereka hanya memusatkan perhatian pada bagaimana Warta Gembira menyebar di antara umat mansusia.  Para pemberita Injil hanya mengabdi kepada Allah. Mengabdi kepada Allah menjadi wujud nyata spiritualitas “miskin di dalam roh” (Mat. 5:3), dan membebaskan dari kerakusan akan emas, perak atau tembaga.

Dengan tidak mengikatkan diri pada kerakusan akan harta milik, warta Kabar Gembira tidak menjadi skandal antara salam damai dan ‘salam tempel’, menuntut layanan dengan 30 keping perak (Mat. 26:15). Namun demikian, para pemberita Injil harus mendapatkan jaminan hidup wajar dari penerima warta Injil. Para pewarta Injil selalu membutuhkan doa dan dukungan melalui pemberian wajar untuk mendukung karya mereka.

Katekese

Anugerah kuasa untuk berkuasa bersama Tuhan. Santo Hilarius dari  Poitiers, Bapa Gereja, 315-367 :

“Seluruh kuasa yang dimiliki Tuhan dianugerahkan kepada para Rasul. Mereka yang dipurwarupakan dalam ganbar dan keserupaan dengan Allah dalam Adam sekarang menerima gambar dan kesempurnaan yang sempurna dari Kristus. Mereka telah diberi kuasa yang tidak ada bedanya dengan kuasa yang dimiliki Tuhan.

Mereka yang pernah terikat di dunia sekarang menjadi terikat di surga. Mereka akan mewartakan Kerajaan Surga sudah datang, agar gambar dan keserupaan dengan Allah sekarang didukung dengan kebenaran, sehingga semua orang kudus yang menjadi ahli waris surga dapat meraja bersama Tuhan.

Mereka memiliki kuasa menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, mentahirkan yang menderita kusta dan mengusir setan.

Apapun luka dan kehancuran pada tubuh Adam yang disebabkan karena mengikuti bujukan Setan, biarkan para Rasul menghapusnya dengan ambil bagian dalam kuasa Tuhan.

Dan agar mereka memperoleh keserupaan yang penuh dengan Allah seperti dinubuatkan dalam Kitab Kejadian, mereka diminta memberikan dengan cuma-cuma apa yang terima dengan cuma-cuma  pula (Mat 10:8).

Maka anugerah yang diberikan dengan cuma-cuma harus disebarluaskan pula dengan dengan cuma-cuma” ( dikutip dari Commentary On Matthew 10.4)

Oratio-Missio

  • Tuhan, semoga suka cita dan kebenaran Injil mengubah hidupku sehingga aku mampu bersaksi tentangnya pada mereka yang tinggal di sekitarku. Kuatkanlah aku agar mampu mewartakan kebenaran dan cahayaMu ke manapun aku pergi. Amin.
  • Apa yang perlu kulakukan untuk menghadirkan Kerajaan Allah di lingkunganku terdekat?   

Inirmos curate, mortuos suscitate, leprosos mundate, daemones eicite – Matthaeum 10:8

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here