Paroki Fransades Palembang: Pemuda Tegaskan Indonesia adalah Rumah Kita Bersama

0
541 views
Para peserta sarasehan pemuda di Paroki Sanfrades Palembang, Minggu 6 November 2016. (Didik)

MASA depan bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda bangsa ini. Kaum muda Indonesia adalah masa depan bangsa ini. Karena itu, setiap pemuda Indonesia, baik yang masih berstatus pelajar, mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya, adalah generasi yang sangat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan mempertahankan kedaulatan bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Sekjen Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sumatera Selatan Martinus Endro saat menjadi salah satu pembicara di acara sarasehan pemuda yang diadakan oleh Komisi Kerasulan Awam Dewan Pastoral Paroki Santo Fransiskus de Sales Palembang, Minggu 6 November 2016.

Tidak ngekos
“Kita tidak ngekos di negara ini, juga tidak numpang. Kita adalah bagian dari keluarga yang memiliki rumah Indonesia. Upaya mewujudkan cita-cita dan mempertahankan kedaulatan bangsa ini tentu akan menghadapi banyak permasalahan, hambatan, rintangan dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Masalah-masalah yang harus dihadapi itu beraneka ragam. Banyak masalah yang timbul sebagai warisan masa lalu, masalah yang timbul sekarang maupun masalah yang timbul di masa depan negara kita,“ ujar Endro.

Pemuda Gereja merupakan bagian bangsa ini. Merawat semangat kesatuan, fraternitas sebagai sesama anak bangsa Indonesia dan anak SumSel serta hadir bersama membawa identitas murid Yesus menjadi salah satu bentuk peran dan perutusan yang dipercayakan.

Ia juga mengajak mengingat kembali kisah-kisah dalam Alkitab termasuk kisah Nabi Yeremia, yang berbunyi “Kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi” (Yer 1:7). Umat pilihan Allah ditantang untuk bergerak keluar. Atau seperti yang tertulis dalam Injil Markus 16:15: “Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala mahkluk.”

Dengan begitu jelas bahwa perutusan dengan mengambil peran keluar merupakan keniscayaan kita, Gereja, dan secara khusus orang mudanya.

Terlibat di masyarakat
Menurut Romo Yuswito SCJ, hal yang penting adalah menemukan identitas diri terlebih dulu sebelum bertindak, melatih diri bersama-sama biar kemudian jadi percaya Diri.

Identitas kita apa? Identitas kita adalah sebagai menjadi ‘garam dan terang dunia’. “Itulah identitas yang Yesus berikan kepada kita,“ jelas Endro mengutip omongan Romo Yuswito SCJ.

palembang-pemuda-katolik-ok
Para pemuda katolik dan kristen menyimak setiap sesi program acara sararehan antar pemuda di Aula Paroki Sanfrades Palembang. (Yulius Didik)

Pemuda Gereja harus mampu ikut serta dalam kegiatan masyarakat atau bangsa, seperti halnya pada tanggal 28 Oktober 2016 lalu dimana Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) ikut bergabung dalam Pemuda NKRI Sumsel dan terlibat dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Taman Makam Pahlawan. “Pemuda Katolik khususnya ikut bergabung dalam kegiatan tersebut. Meski persiapan mepet, bagi kami hal itu merupakan hal menggembirakan,” kata Endro.

Guna menindaklanjuti pertemuan tersebut, pada 10 November 2016 ini, akan diadakan pagelaran seni dan budaya di tempat yang sama dengan peserta 500-an orang, berasal dari 19 OKP, para tokoh agama dan pejabat pemerintah serta para pemangku kepentingan yang mendukung kegiatan tersebut: Kesbangpol Provinsi, Kodam II Sriwijaya dan Polda Sumsel.

Peserta lintas organisasi
Sarasehan Pemuda yang diadakan di Aula Gereja Sanfrades ini diikuti oleh lebih dari 50 kaum muda yang terdiri dari OKP kristiani seperti Pemuda Katolik, PMKRI dan GMKI serta kelompok Orang Muda Katolik (OMK) dari Paroki Sanfrades dan Santo Petrus Kenten. Sarasehan ini mengambil tema “Peran Pemuda Gereja dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.”

Adapun pembicaranya semuanya OKP kristiani yakni Ketua PMKRI Palembang Stefanus Yogy Nugroho, Sekjen Pemuda Katolik Komda SumSel Martinus Endro Saputro, dan Ketua GMKI Palembang Turex Silaban.

Selama sarasehan berlangsung, kaum muda gereja -khususnya OMK- banyak mengajukan pendapat dan pertanyaan seputar fenomena demo anti penistaan agama. Keprihatinan sekaligus keinginan untuk ikut menjadi garam dan terang bagi masyarakat dan bangsa menjadi semangat tersendiri bagi kaum muda Gereja.

Dalam diskusi kelompok, lahirlah poin-poin rekomendasi bagi kaum muda Gereja dalam menyikapi berbagai hal seperti memperkuat karakter sebagai pribadi yang berimankan kristiani. Diupayakan bisa aktif dalam organisasi/komunitas berdasarkan kesamaan iman untuk saling menguatkan, serta mengupayakan diri untuk mau dan mampu membaur dengan masyarakat sekitar terutama yang berbeda iman atau keyakinan. Juga aktif memanfaatkan medsos sebagai wadah atau lahan sosialisasi, komunikasi.

Ketua PMKRI Cabang Palembang Stefanus Yogi Nugroho mengatakan, generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Pernyataan ini sangat membanggakan bagi masyarakat Indonesia, apabila dapat menjadi kenyataan. Faktanya membuktikan bahwa generasi muda Indonesia saat ini banyak yang keceblos masuk ke dalam dosa sosial sebagai pecandu narkoba.

Dilihat dari segi positifnya, peranan pemuda terhadap kemajuan bangsa sudah membaik, misalnya dengan memenangkan kompetisi antar negara.

“Peran pemuda dan mahasiswa saat ini adalah memperteguh penanaman nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari, “ ujar Yogi.

Ia menambahkan ada banyak pemicu lunturnya semangat kebangsaan yang merupakan warisan para pendahulu. Misalnya kejenuhan pemuda memandang wacana kebangsaan yang d kumandangkan elite politik di indonesia. Sebab lainnya adalah tidak adanya kepercayaan dari golongan tua kepada golongan muda untuk mengadakan transfer ilmu, pengalaman, dan kewenangan.

Peran OMK

Pastor Paroki Sanfrades Pastor Antonius Yuswito SCJ mengatakan, OMK harus hebat dalam segala hal termasuk cara berpikir dan bertindak. Sebab orang muda merupakan tumpuan Gereja, bangsa dan negara. Orang muda bagaikan garam dan terang dunia, bertugas sebagai panutan dan menerangi bangsa dan dunia.

“Pemuda Gereja dipanggil oleh Yesus, supaya nanti mempunyai kualitas perutusan dengan cara pembekalan masing-masing individu serta saling mengisi antar pemuda. Kegiatan ini dapat memperteguh iman dan keyakinan kita terhadap Yesus dan kita diajak untuk turut serta dalam membangun masyarakat, Gereja dan negara. begitu banyak lahan yang diberikan Tuhan untuk digarap, namun pekerjanya masih sedikit. Kaum muda Gereja adalah tulang punggung Gereja, yang harus berani menyatakan kebenaran dan mampu menjadi garam dan terang bagi dunia seperti yang diamanatkan Tuhan Yesus dalam Injil Matius,“ kata Pastor Yuswito SCJ.

Hal yang senada juga disampaikan Ignasius Winarno selaku Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Sanfrades. Kaum muda harus mampu menjadi terang bagi dunia, serta menjadi teladan bagi semua orang.

“Saya teringat pengalaman mengaktifkan OMK saat masih kuliah. Waktu itu, saya masih terdaftar di Katedral St Maria. Untuk menghidupkan organisasi tersebut, saya dan beberapa rekan melakukan door to door ke mahasiswa katolik lain, serta jika ada kegiatan kami selalu jalan kaki dari Bukit Besar sampai Gereja Katedral yang berjarak lebih dua-tiga kilometer. Paling banter pergi naik opelet, pulang jalan kaki,“ kata Winarno.

Ia menjelaskan acara ini merupakan program kerja dari Komisi Kerasulan Awam DPP dengan tujuan mendengarkan pendapat tentang kiprah pemuda dan bisa saling berdialog antar peserta untuk menganalisis berbagai permasalahan yang ada.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here