Sahabat pelita hati,
SALAM seroja, sehat rohani-jasmani. Berkah Dalem.
Kisah tentang “Orang Samaria yang Murah Hati” merupakan salah satu perumpamaan terindah yang ada dalam Injil suci. Pesan keutamaannya adalah beriman yang benar harus mewujud dalam tindakan kasih yang nyata. Peduli kepada sesama terutama yang menderita. Kisah ini juga mendorong kita untuk berani menerobos sekat-sekat ras, suku, budaya dan agama.
Sahabat terkasih,
Orang pertama dan kedua (imam dan orang Lewi) termasuk memiliki kedudukan penting dalam agama Yahudi. Mereka adalah pemimpin upacara kurban dan petugas ibadah di bait Allah. Namun mereka tak peduli kepada sesamanya. Padahal korban perampokan adalah orang Yahudi.
Orang Samaria yang selalu direndahkan oleh bangsa Yahudi, justru menunjukkan empati kasihnya kepada sang korban. Ia tidak hanya menolong tetapi rela mengeluarkan biaya demi pengobatan si korban. Sebuah paradoks hidup yang pantas menjadi permenungan kita. Yang menganggap diri sebagai pewaris tunggal diselamatkan justru tak peduli kepada sesamanya. Sementara itu, yang dinilai pendosa justru menyatakan tindakan belas kasihnya.
Kisah orang Samaria yang murah hati ini kini menjadi inspirasi bagi karya pelayanan kita. Tak membatasi diri pada kelompoknya sendiri. Melintasi sekat-sekat ras, suku dan agama. Inilah persaudaraan sejati.
Semoga pelita sabda hari ini mendorong kita untuk semakin giat melakukan pelayanan dan kebaikan. Selamat hari Minggu dan berkah Dalem.
Lampu merah harusnya berhenti,
memberi kesempatan kendaraan dari arah berlawanan.
Orang Samaria yang murah hati,
penuh kasih mengabdi dan pelayanan.
dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,
Berkah Dalem – St. Istata Raharjo,Pr
Kredit foto: Ilustrasi (Ist)
————————————————————————————
Bacaan:
Ul.30:10-14
Kol.1:15-20
Lukas 10:25-37
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. (Luk.10:33-35)













































