Pelita Hati: 29.08.2021 – Menjaga Hati dan Menjaga Lisan

0
701 views

Bacaan: Ul. 4:1-2,6-8, Yak.1:17-18,21b-22,27, Markus 7:1-8.14-15.21-23

Orang Farisi dan ahli Taurat melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?” Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (Mrk 7:1-2.5-6.14-15, 21-23)

Sahabat pelita hati,

HARI ini Yesus menegur orang-orang Farisi dengan nada sedikit keras dan menyebut orang-orang Farisi sebagai orang munafik dan hanya memuliakan Allah dengan bibir bukan hatinya (bdk Mrk.7:6). Mengapa? Orang-orang Farisi cenderung “sewot” terhadap orang lain. Mereka suka menilai dan mengkritik orang lain yang tidak menjalan ibadah atau adat-istiadat Yahudi seperti yang mereka jalani. Mereka menganggap bahwa tindakan mereka yang paling benar sedangkan orang lain salah. Tuhan tak ingin kita merarisi tabiat para Farisi. Tuhan tak ingin kita menjadi orang yang pandai bersilat lidah. Tuhan menghendaki kita memiliki hati yang memuji dan menyembah. Tak pernah mencari-cari kesalahan orang apalagi merendahkannya.

Sahabat terkasih,

Tuhan juga menanggapi orang Farisi yang menyatakan bahwa ada jenis makanan yang tak boleh dimakan alias makanan yang dianggap haram dan najis sebagaimana diatur secara rinci dalam kitab Imamat. Tuhan Yesus meluruskan cara berpikir mereka yang sempit. Bagi Tuhan, bukan yang masuk ke dalam tubuh yang menajiskan tetapi yang keluar dari diri kita yang dapat menajiskan, yakni kata-kata kasar dan hujat yang bisa melukai hati orang. Sikap benci, dengki dan iri  yang keluar dari hati itulah yang juga menajiskan karena mengakibatkan sikap bermusuhan. Karenanya, kita diajak untuk menjadikan hati sebagai tempat bersemayam sumber keutamaan dan kebaikan. Semoga pelita sabda yang kita terima setiap pagi menjadi asupan rohani yang dapat memantaskan dan menyucikan hati. Semangat hari Minggu dan Berkah Dalem.

Burung dara burung merpati,
bercengkerama di rerimbunan hutan.
Sahabat-sahabat pelita hati,
jaga hati dari perbuatan yang menajiskan

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here