Home BERITA Puncta 18 April 2026: Ketika Badai Melanda

Puncta 18 April 2026: Ketika Badai Melanda

0
138 views
Ilustrasi - Angin badai by Wiki.


Sabtu Paskah II
Yohanes 6:16-21

Ketika badai melanda hidupku. Kuberlindung pada-Mu Tuhan.
Pabila ombak menimpa jalanku. Kubersandar pada-Mu Tuhan.
Hanya pada-Mu Tuhan. Harapku t’lah kupautkan.
Hanya pada-Mu Tuhan. Hidupku akan kus’rahkan.

INILAH lagu yang sering kita nyanyikan pada masa Adven yang menggambarkan dinamika kehidupan kita semua.

Kita ini digambarkan sebagai bahtera yang sedang menuju kepada Kerajaan Sorga. Hidup kita adalah sebuah peziarahan menuju keabadian.

Dalam perjalanan itu kita sering menghadapi badai dan taufan yang menerjang. Seperti seorang nakhoda kita harus mampu mengatasi gelombang besar di hadapan kita.

Nakhoda yang hebat adalah mereka yang mampu lolos dari terjangan gelombang.

Dalam bacaan Injil hari ini, para murid yang adalah nelayan-nelayan di Danau Tiberias mengalami ketakutan yang luar biasa karena ada badai dan gelombang mengamuk.

Badai dan gelombang bisa menerjang perahu sehingga tenggelam dan hancur. Kepanikan dan ketakuan melanda mereka.

Lalu Yesus datang menghampiri mereka, Ia berjalan di atas air dan berkata, “Ini Aku, jangan takut!”

Yesus masuk ke dalam perahu dan menghardik gelombang dan seketika menjadi tenang. Mereka selamat sampai ke tujuan.

Ketika kita sedang menghadapi badai kehidupan, kita diajak untuk tidak panik, takut dan saling menyalahkan.

Kita harus bisa menguasai diri dan mengendalikan perahu kita. Tuhan tidak jauh dari kehidupan kita.

Kita diajak untuk mempersilahkan Tuhan masuk ke dalam perahu. Perahu itu bisa keluarga, komunitas, lingkungan atau gereja kita.

Ketika terjadi masalah atau badai yang menghantam, kita perlu bersatu dan mengundang Tuhan masuk di dalamnya.

Jangan malah saling menuduh, menyalahkan, lepas tangan atau lari dari persoalan. Kita bergandengan tangan bersama Tuhan.

Pasti masalah akan bisa diatasi dan kita melenggang sampai ke tujuannya. Kita mengandalkan Tuhan sebagai nahkoda kehidupan kita.

Sepercik pantun buat anda:
Ke pasar membeli mendoan,
Sambil duduk ngopi di pinggir jalan.
Hidup selalu ada tantangan,
Jangan takut, Tuhan ada di depan.

Wonogiri, jangan takut
Rm. A. Joko Purwanto Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo